Kabar ini disampaikan langsung oleh Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) via unggahan Instagram. Organisasi tersebut mengucapkan belasungkawa atas wafatnya salah satu anggota mereka.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Ndhank Surahman Hartono, pencipta lagu dan musisi Indonesia, eks gitaris @stinkyband,” tulis mereka.
Meninggal Dunia Akibat Pembuluh Darah Pecah
Menurut keterangan saudara kembarnya, Edo Surahim, Ndhank sempat mengalami stroke ringan dan pecah pembuluh darah."Awalnya stroke ringan, terakhir sebelum meninggal pembuluh di otak pecah," tutur Edo.
Kabarnya, jenazah Ndhank Surahman akan dimakamkan di Manado, Sulawesi Utara. Namun, Edo belum bisa memastikan waktu persisnya karena masih menunggu konfirmasi dari istri Ndhank.
Sempat Koma dan Dirawat di RS
Sebelum meninggal dunia, Ndhank sempat menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Manado. Informasi tersebut beredar di kalangan awak media melalui pesan berantai.Ia dikabarkan berada dalam kondisi koma hingga sudah harus dipasangkan alat bantu pernapasan.
"Assalamualaikum sahabat Aksi. Mohon doanya untuk sahabat kita Ndang Stingky sedang mengalami koma," bunyi pesan berantai yang beredar pada Sabtu (18/4).
Pesan itu pun masih bersambung, "Kabarnya beliau sedang dirawat di rumah sakit Manado. Mohon bantu doanya agar sahabat kita bisa segera pulih dari sakit yg dideritanya.”
Profil Singkat Ndhank Stinky
Ndhank merupakan gitaris sekaligus pencipta lagu grup band Stinky yang dibentuk tahun 1995. Bersama Andre Taulany (vokal), Helman Maulana (Nano-gitar), Irwan Batara (bass), dan Edy Suryo Triputranto (drum), mereka adalah personil awal yang mendirikan Stinky.Popularitas Stinky di industri musik Tanah Air pun meroket ketika lagu "Mungkinkah" dan “Jangan Tutup Dirimu” yang ia tulis didengar banyak orang. Gitaris ini memutuskan mundur dari Stinky pada tahun 2013 karena kesibukan.
Sebelum meninggal dunia, Ndhank sempat melayangkan somasi untuk mendapatkan haknya atas royalti lagu "Mungkinkah". Ia pun meminta maaf lewat media sosial atas keributan yang timbul.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News