Dok. Koalisi Seni Indonesia
Dok. Koalisi Seni Indonesia

Koalisi Seni Indonesia Minta Pemerintah Bantu Seniman Terdampak Korona

Hiburan Artis dan Virus Korona
Cecylia Rura • 02 April 2020 19:20
Jakarta: Koalisi Seni Indonesia mencatat setidaknya 135 acara seni batal atau ditunda semasa pandemi Corona atau Covid-19. Data ini dicatat 1 April 2020.
 
Dalam rilis yang diterima Medcom, sejumlah acara tersebut mencakup 14 proses produksi film, 69 konser, tur, dan festival musik, 1 acara sastra, 14 pameran dan museum seni rupa, 8 pertunjukan tari, dan 29 pentas teater, pantomim, wayang, boneka, dan dongeng.
 
Menghadapi imbas Covid-19 terhadap industri hiburan, Koalisi Seni Indonesia mendorong pemerintah dan swasta bekerja sama membantu ekosistem seni bertahan. Seni dinilai penting untuk dipertahankan di tengah situasi genting saat ini.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Artinya, bantuan untuk seni akan membantu masyarakat bertahan di tengah pandemi, sehingga turut mengurangi beban di pundak pihak lain," kata Kusen Alipah Hadi, Ketua Pengurus Koalisi Seni, Kamis, 2 Aprils 2020.
 
Koordinator Advokasi Koalisi Seni Hafez Gumay mengatakan, pemerintah dan swasta dapat memberikan bantuan dana pengganti pendapatan yang hilang bagi seluruh pegiat seni yang terdampak Covid-19.
 
Hafez Gumay memaparkan tiga alternatif jika usulan tersebut tak dapat terealisasi dalam waktu dekat. Pertama, memastikan infrastruktur digital dalam kondisi baik agar musisi dapat produktif dalam berkarya secara online dan masyarakat dapat mengakses karya seni.
 
"Serta memudahkan seniman mengakses ruang pertunjukan milik pemerintah maupun swasta untuk kebutuhan produksi. Agar seniman dapat bekerja di rumah, akses bahan baku produksi karya pun perlu dipermudah," kata Hafez Gumay.
 
Kedua, Hafez menganjurkan pemerintah menangguhkan atau mengurangi pajak. "Pemerintah juga dapat menangguhkan atau mengurangi pajak seperti Pajak Hiburan dan Pajak Pertambahan Nilai bagi transaksi karya seni, agar daya beli masyarakat terjaga," kata Hafez.
 
"Ketiga, menekan kerugian yang harus ditanggung seniman akibat pembatalan dan penundaan kegiatan seni. Pemerintah maupun swasta dapat menangguhkan atau mengurangi biaya sewa bagi kegiatan seni yang dibatalkan atau ditunda di infrastruktur miliknya, serta tidak membatalkan pembayaran program seni yang telah dipersiapkan," kata Hafez.
 
"Pemerintah juga bisa memberikan insentif pajak dan retribusi bagi usaha di bidang seni yang terdampak wabah Covid-19," imbuhnya.
 
Terkait hal ini, Koalisi Seni Indonesia akan mengadakan diskusi virtual bersama Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid, Direktur Jakarta Biennale Farah Wardani, serta Hafez Gumay dari Koalisi Seni Indonesia pada Senin, 6 April 2020.
 
Diskusi virtual tersebut adalah bagian dari advokasi kebijakan Koalisi Seni Indonesia untuk ekosistem seni semasa Covid-19.
 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif