Proyek band bentukan aktor Maxime Bouttier (vokal/gitar) bersama Archie Arrakhman (bas) dan Arbie Syahrib (drum) ini berhasil menghibur dan memancing aksi sing along dari para Muser (sebutan fans Muse) Indonesia. Repertoar cover megahits sekelas "Time Is Running Out" hingga "Stockholm Syndrome" sukses dibawakan dengan distorsi yang rapi sebelum pesta dengar album dimulai.
Usai acara album listening party, Medcom.id pun berkesempatan berbincang langsung dengan para personel Dear9three mengenai awal terbentuknya band, arah musikal mereka, hingga rencana Dear9three dalam merilis album debut.
Berawal dari Kecintaan pada Muse hingga Bring Me The Horizon
Maxime mengungkapkan Dear9three lahir pada Februari 2024. Ide awalnya muncul saat ia sedang banyak mendengarkan musik dari Bring Me The Horizon dan Sleep Token, yang kemudian menginspirasinya untuk menciptakan materi dengan nuansa progressive metal, tetapi tetap menyisakan warna khas Muse.Baca Juga :
Viral Nyanyi Lagu Muse di Parkiran Ancol, Driver Ojol Ini Diajak Nonton Foo Fighters Gratis
Aktif di pusaran komunitas Muse Indonesia, takdir pun mempertemukan Maxime dengan Archie, pembetot bas yang mengidolai teknik Christopher Wolstenholme dari Muse.
"Awalnya gue mengajukan ke basis dulu, si Archie. 'Chi, gue punya lagu nih'. Gue tuh lagi suka-sukanya Bring Me The Horizon sama Sleep Token. Pokoknya gue mau progresif tapi metal, tapi masih agak Muse-Muse sedikit gitu lho, tapi lebih metal gitu," ungkap Maxime.
"Jadi gue kasih dengar dia, 'Eh lagu ini ya, bap-bap-bap-bam'. Akhirnya proyek itu kayak masih agak pending dulu. Akhirnya gue cari drummer, kita nge-band beberapa lama, kita ada empat lagu setelah itu. Tapi awalnya memang mau satu lagu saja, mau single saja. Eh, lama-lama jadi kayak gini dan sekarang ke depannya kita lagi mau bikin album sih," lanjutnya.
Archie mengaku sudah mengenal Maxime jauh sebelum bergabung di Dear9three. Ia pertama kali mengetahui sosok sang aktor melalui band tribute Muse milik Maxime, ZETA, yang saat itu aktif mengunggah video cover di YouTube.
"Gue pertama kali lihat dia di videonya ZETA. Gue Muser ya, fanatik sama kayak dia (Maxime). Gue bilang, 'Ini band kok cover Muse-nya keren banget, rapi'. Gue bilang, 'Coba basisnya gue'. Jadi gue awalnya berangan-angan 'basisnya harusnya gue nih yang main'. Akhirnya kejadian kan gue ketemu dia dari komunitas, terus ya tadi seperti dia bilang, awal kita cuma mau bikin satu single, cari drummer, dan kok lama-lama lanjut kok enak ya chemistry-nya," ungkap Archie.
Menurutnya, chemistry antarpersonel menjadi alasan Dear9three terus berkembang hingga akhirnya memutuskan menjadikan band ini sebagai proyek yang serius.
Dear9three Targetkan Album Debut Tahun Ini
Sejak terbentuk, Dear9three telah merilis empat single. Mereka mengawali perjalanan lewat "Bright Side Of The Moon" dan "Knife" pada 2024, kemudian melanjutkannya dengan "Tipu Daya" serta "Gundik", yang juga didapuk menjadi original soundtrack film horor berjudul Gundik.Kini Dear9three tengah memasuki fase baru. Maxime mengungkapkan mereka mulai berdiskusi dengan sejumlah produser musik untuk menggarap album penuh perdana yang diperkirakan berisi 10 hingga 11 lagu.
"Next-nya kita lagi mengajukan ketemu produser supaya semuanya lebih proper. Kalau single itu lebih ke test the water. Sekarang targetnya bikin album, sekitar 10 atau 11 lagu yang benar-benar gila," kata Maxime.
Ia berharap album debut Dear9three dapat dirilis tahun ini. Antusiasme tersebut pun semakin bertambah setelah dirinya mendengarkan album terbaru dari Muse.
"Semoga tahun ini. Demo-demonya sudah ada. Apalagi habis dengar The Wow! Signal, rasanya jadi makin panas buat segera menyelesaikan album," ujarnya.
Ingin Padukan Rock Modern dengan Elemen Musik Nusantara
Dalam album mendatang, Dear9three ingin mengeksplorasi identitas musikal yang lebih luas. Salah satu ide yang ingin diwujudkan Maxime adalah memadukan unsur gamelan dengan aransemen orkestra dan musik rock modern."Ke depannya gue pengen banget pakai gamelan di lagu yang setting-nya ada orkestra, rock, heavy gitu. Makanya kita butuh bantuan produser untuk men-ground kita, supaya eksplorasinya tetap terarah," katanya.
Meski sempat terpikir membawa Dear9three ke ranah metal yang lebih ekstrem, Maxime merasa bandnya tetap membutuhkan ruang untuk menghadirkan lagu-lagu ballad yang lebih sederhana.
"Tadinya kita mau bener-bener metal banget, tapi itu terlalu berlebihan, soalnya gue masih mau kita bikin lagu beberapa ada yang slow ballad banget yang bener-bener kayak akustik bertiga gitu lho, jadi nggak bisa terlalu metal banget. Nah gimana cari tengahnya ya akhirnya kita dapat beberapa produser ini. Sayangnya kita belum bisa terlalu banyak membocorkan soalnya kita baru akan meeting di minggu ini," lanjutnya.
Archie menambahkan bahwa fondasi musik Dear9three tetap berada di jalur alternative rock dan pop, tetapi mereka tidak ingin membatasi diri hanya pada satu genre.
"Jadi intinya basis kita tuh adalah alternatif rock dan pop, cuma kita nggak menutup kemungkinan kita akan coba genre lain gitu. Intinya nggak akan terpaku dengan satu genre," ujar Archie.
Impian Dear9three: Ingin Jadikan Isyana Sarasvati Sebagai Kolaborator
Maxime mengaku karakter musik Dear9three lahir dari berbagai referensi yang membentuk dirinya sejak kecil, mulai dari Muse hingga band-band era nu metal.
"Kayak tadi kita dengar Muse tuh wah banget. Soalnya gue memang tumbuh dengan Muse, Linkin Park, Limp Bizkit, Korn, Slipknot, era nu metal gitu lho. Dan menurut gue mereka pun yang kayak mau se-heavy-heavy-nya pun masih ada kayak sub-genre-nya yang kayak dapetnya dari Primus gitu. Dari Primus, Rage Against the Machine, Led Zeppelin, Queen, Beatles, turunnya gitu," tutur Maxime.
Saat ditanya mengenai musisi yang ingin diajak berkolaborasi di masa depan, Maxime menyebut nama Isyana Sarasvati sebagai salah satu sosok impiannya.
"Mungkin iya, semoga. Dari dulu gue selalu kepikiran Isyana. Tapi kayaknya itu tantangan besar juga buat gue. Gue suka unsur operatik di beberapa lagu, jadi Isyana salah satu nama yang ada di kepala. Nanti kita lihat juga arahan dari produser," tutupnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda