Jakarta: Musisi sekaligus penulis lagu Ade Govinda kembali meramaikan industri musik Tanah Air lewat album penuh bertajuk Blue.. Album tersebut menjadi proyek kolaborasinya bersama penyanyi jebolan The Voice Indonesia, Gloria Jessica.
Album yang memuat 11 trek ini menghadirkan beragam kisah tentang patah hati. Salah satu lagu berjudul "Timpang" bahkan menjadi karya yang terasa sangat personal bagi Gloria Jessica.
Gloria mengaku lagu tersebut menjadi tantangan emosional tersendiri baginya. Lirik yang ditulis Ade Govinda terasa semakin dekat dengan kehidupan Gloria setelah sang ibu meninggal dunia pada 15 Agustus 2026, ketika proses penggarapan album masih berlangsung.
Kehilangan tersebut membuat makna lagu "Timpang" berubah menjadi jauh lebih nyata bagi Gloria. Ia merasakan langsung gambaran tentang ruang yang terasa kosong setelah kehilangan sosok penting dalam hidupnya.
"Ketika Mama nggak ada, makna lagu itu kerasa bener-bener real. Ada yang bener-bener timpang di rumah, di setiap sudut, di setiap ngapa-ngapain," tutur Gloria saat ditemui Medcom.id di CIBIS Park, Jakarta Selatan, Kamis malam, 1 Oktober 2026.
Tak hanya saat mendengarkan, Gloria juga merasakan beban emosional ketika harus membawakan lagu tersebut. Ia bahkan mengaku sempat takut kembali bernyanyi karena rasa kehilangan yang masih begitu kuat.
"Setiap aku bermusik dan bahkan aku mau nyanyi, itu menjadi ketakutan terbesarku," ungkapnya.
Gloria kemudian mengaku sempat meminta waktu kepada Ade Govinda karena belum sanggup membawakan lagu tersebut. Menurutnya, setiap kali mencoba bernyanyi, rasa kehilangan itu kembali muncul, membuatnya kesulitan mengontrol emosi, bahkan menitikkan air mata ketika menyanyikan lagu "Timpang".
"Akhirnya aku telepon waktu itu ke Kak Ade, 'Kak Ade, please kasih aku waktu,' karena setiap aku berusaha mau coba nyanyi, aku ngerasa kayak tercekik sekali gitu. Aku nggak bisa, susah banget. Rasanya wave-nya tuh kuat banget untuk bikin aku rasanya tercekik, nggak bisa mengeluarkan nada pun," ujar Gloria.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, Gloria juga memutuskan berkonsultasi dengan psikolog. Ia menyadari bahwa dirinya membutuhkan waktu untuk berdamai dengan kehilangan yang baru saja dialaminya.
"Aku sempat konsul juga ke psikolog, karena intinya aku butuh waktu," tuturnya.
Bagi Gloria, Blue. bukan sekadar album yang berisi lagu-lagu patah hati. Setiap lagu di dalamnya memiliki kekuatan emosional yang berbeda, terlebih ketika didengarkan dalam kondisi mental yang belum sepenuhnya stabil.
Gloria mengatakan dirinya memang terbiasa memasukkan perasaan ketika membawakan sebuah lagu agar pesan karya tersebut dapat tersampaikan kepada pendengar. Namun, "Timpang" terasa terlalu dekat dengan luka yang sedang dialaminya.
"Memang album ini nih kalau kamu pas lagi denger dalam keadaan nggak (stabil)... dia tuh (bikin) tenggelam. Dan aku tipikal orang yang ketika membawakan sebuah karya juga pengen punya rasa itu supaya nyampe ke pendengarnya. Tapi pada saat ini, itu terlalu relate, terlalu real, dan lukanya masih basah sekali," tutup Gloria Jessica.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan