Mengusung dua panggung utama, festival berjalan "taktis" dengan pergantian penampil nyaris tanpa jeda. Arena festival terbilang nyaman, ruang terbuka hijau dengan dengan beberapa danau buatan kecil menambah semarak suasana festival. Jarak dua panggung utama pun berdekatan, sehingga penonton dengan mudah melakukan mobilitas antar-panggung sesuai jadwal musisi yang tampil.

Dari pengamatan Medcom.id, salah satu musisi yang paling menyedot perhatian penonton adalah Ardhito Pramono. Sayangnya, Ardhito tak banyak membawakan materi dari album terbarunya, Wijayakusuma, yang baru saja dirilis.
Semakin malam, gempuran para penampil kian terasa. Energi besar datang dari unit rock asal Bali, Navicula. Membawakan nomor terbaru "Dinasti Matahari", dan "Kembali ke Akar." Aksi Navicula juga diwarnai dengan kolaborasi bersama Ari Lesmana dari Fourtwnty dan John "Coki" Paul Patton dari Kelompok Penerbang Roket.
Penampil lain yang tak kalah menarik datang dari Silampukau. Duo folk asal Surabaya ini berhasil membuat penggemarnya di Jakarta berkumpul dan bersama-sama menyanyikan nomor-nomor andalan yang didominasi dari album debut Dosa, Kota, & Kenangan.
Usai Silampukau menuntaskan aksinya, berturut-turut tampil Barasuara, Mooner, dan Seringai. Kemudian, Guinness Smooth Session ditutup dengan penampilan Shaggydog, Jason Ranti, dan White Shoes & Couples Company yang hadir dalam format DJ set.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda