Konser K-Pop We All Are One
Konser K-Pop We All Are One

Bawa Kabur Uang Penonton, CEO Promotor Konser K-Pop We All Are One Ditangkap

Medcom • 23 November 2022 14:34
Jakarta: Park Jai Hyun selaku CEO dari promotor K-Pop We All Are One dikabarkan ditangkap oleh pihak imigrasi. Penangkapan tersebut  dilakukan karena adanya dugaan melarikan diri dan membawa kabur sejumlah uang ribuan penonton yang gagal menonton konser tersebut.
 
K-Pop We All Are One sendiri direncanakan akan digelar pada 10-12 November 2022 di Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta namun harus ditunda hingga Januari 2023. Kini polemik konser K-Pop We All Are One itu pun masih berlanjut hingga hari ini.
 
“Tadi siang saya dapat info bahwa direktur Park, direktur dari PT Caution Live (promotor konser) yang diduga melakukan pencurian, ditangkap pihak imigrasi,” jelas Fritz Hutapea selaku pengacara PT Visi Musik Asia yang ditemui di Dirjen Imigrasi, Rasuna Said pada Selasa (22/11/2022).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para penonton K-Pop We All Are One sendiri sebelumnya telah meminta refund atau pengembalian uang tiket konser, namun hingga saat ini tak ada kejelasan. Hal senada pun juga dilakukan oleh PT Musik Asia yang mana tak ada bayaran atas jasa yang digunakan oleh Park Jai Hyun.
 
Fritz Hutapea turut menambahkan jika pengusutan kasus ini akan dilakukan secara cepat dikarenakan adanya perubahan status hukum, di mana sebelumnya berstatus pra penyidikan naik ke tahap penyidikan. Ia juga berharap dengan ditahannya Park Jai Hyun, proses pengembalian uang konser dan pembayaran vendor dapat terselesaikan.
 
“Semoga dengan ditangkapnya ini, dia terpaksa tetap di sini untuk memenuhi tanggung jawabnya. Kita akan berupaya mengembalikan uang-uang pembeli tiket ini. Sangat kasihan sekali. Walaupun tanggung jawab saya ini hanya kepada vendor yang belum dibayar," imbuhnya.
 
Sebagai informasi, Park Jai Hyun dilaporkan ke Polsek Tamansari, Jakarta Barat pada 10 November 2022 oleh Derpita Gultom. Derpita Gultom pun menggelontorkan dana sebesar Rp 340.748.000 untuk menyelenggarakan konser K-Pop We All Are One namun terpaksa batal digelar. Setelah dibatalkan, Derpita Gultom pun meminta Park Jai Hyun untuk mengembalikan uangnya, namun pengembalian pun tak kunjung dilakukan. Akibatnya Park Jai Hyun dikenakan pasal 378 KUHP tentang penipuan.
 
(Stephine Nauliani)
 
(ELG)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif