Dalam keterangan resminya, VLAST selaku agensi yang menaungi PLAVE menyampaikan bahwa Noah harus dilarikan ke rumah sakit akibat keluhan tersebut.
“Saat tampil pada hari pertama konser ‘2026 PLAVE World Tour [KEEP IT MANIC] in Japan’ tanggal 26 September lalu, Noah mengalami keluhan nyeri punggung dan langsung dilarikan ke rumah sakit seusai acara untuk mendapatkan penanganan medis,” kata VLAST, dikutip dari Soompi, pada 28 September 2026.
Kondisi Kesehatan dan Penyesuaian Penampilan
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, pihak rumah sakit menyarankan Noah untuk beristirahat dengan cukup.
“Tim medis menyarankan agar Noah membatasi gerakan panggung yang berat serta beristirahat dengan cukup,” lanjut VLAST.
Oleh karena itu, pihak agensi melakukan penyesuaian terhadap aktivitas Noah di atas panggung.
“Meskipun Noah menunjukkan tekad yang kuat untuk tetap tampil maksimal, kami memutuskan untuk menyesuaikan penampilannya pada hari ini guna meminimalkan pergerakannya di panggung sesuai petunjuk dokter,” jelas VLAST.
Keputusan tersebut diambil untuk mempercepat proses pemulihan Noah. Agensi pun meminta para penggemar untuk memaklumi kondisi sang idola.
“Keputusan ini kami ambil demi memprioritaskan pemulihan dan kesehatan sang artis setelah melalui diskusi mendalam. Kami memohon pengertian dan kerelaan dari para penggemar,” ujar VLAST.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kekhawatiran yang ditimbulkan, dan kami berjanji akan memberikan upaya terbaik demi kesembuhan Noah,” pungkas mereka.
Mengenal PLAVE
Sebagai informasi, PLAVE merupakan grup K-Pop virtual yang terdiri dari lima avatar bergaya anime, yakni Yejun, Noah, Bamby, Eunho, dan Hamin. Mereka resmi debut pada 12 Maret 2023 lewat album singel bertajuk Asterum.
Keunikan PLAVE yang membedakannya dari grup virtual lain adalah para anggotanya bukan hasil kecerdasan buatan (AI). Di balik avatar digital tersebut, terdapat seniman manusia asli yang tampil memanfaatkan teknologi real-time motion capture dan facial tracking berbasis Unreal Engine. Para anggota bernyanyi secara langsung, menari, hingga rutin menggelar siaran langsung untuk berinteraksi dengan penggemar secara real-time.
Selain itu, PLAVE merupakan grup yang sepenuhnya mandiri (self-producing). Para anggotanya menulis lagu, menggubah musik, hingga menciptakan koreografi secara mandiri untuk karya-karya mereka.