Dari kiri ke kanan: Hendy, Armand, Dewa Budjana, dan Thomas Ramdhan (Foto: Medom/Basuki)
Dari kiri ke kanan: Hendy, Armand, Dewa Budjana, dan Thomas Ramdhan (Foto: Medom/Basuki)

EKSKLUSIF HUT RI ke-81, GIGI Bicara Makna Kemerdekaan hingga Harapan untuk Musik Indonesia

Agustinus Shindu Alpito • 17 Agustus 2026 08:17
Ringkasnya gini..
  • GIGI memaknai HUT RI ke-81 dengan berbicara tentang kemerdekaan, kondisi sosial, dan kebebasan dalam berkesenian.
  • Armand Maulana menyoroti krisis empati, sementara Thomas berharap pajak dapat kembali kepada masyarakat dalam bentuk kesejahteraan.
  • GIGI berharap ekosistem musik Indonesia dibenahi, termasuk regulasi, royalti, dan fasilitas pertunjukan di berbagai daerah.
Bandung: Grup musik pop rock GIGI turut memaknai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus 2026. Para personel GIGI tak hanya berbicara soal arti kemerdekaan, tetapi juga menyampaikan harapan untuk Indonesia dan perkembangan ekosistem musik Tanah Air.
 
Curahan hati tersebut disampaikan langsung oleh band yang digawangi Armand Maulana (vokal), Dewa Budjana (gitar), Thomas Ramdhan (bas), dan Gusti Hendy (drum) saat ditemui Medcom.id di balik panggung Gaia Music Festival 2026 yang digelar di The Gaia Hotel, Bandung, pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026.
 
Bagi Dewa Budjana, kemerdekaan memiliki makna yang erat dengan kebebasan dalam berkesenian. Menurutnya, menjadi musisi memberikan ruang bagi seseorang untuk menentukan jalur kreatifnya sendiri.

"Bermusik sih merdeka sih, kalau jadi musisi itu merdeka, cuman ada cumannya. Merdeka dalam bermusik sih ya pasti. Berkesenian itu paling enak sih karena bebas mau ngambil jalur mana aja dan pasti punya komunitasnya sendiri. Kalau yang kehidupan lain nggak tahu ya, kita karena cuma nonton doang," tutur Dewa Budjana.
 
Di sisi lain, Armand Maulana menyoroti kondisi sosial masyarakat di usia Indonesia yang telah menginjak 81 tahun. Menurut sang vokalis, angka kemerdekaan ini terasa ironis ketika jurang empati antarsesama justru kian mengikis.
 
"Memang agak berat sih buat sekarang, kalau merdeka pasti merdeka lah ya, kita tahu kalau 17 Agustus 1945 kemerdekaan itu. Cuman akhir-akhir ini memang semakin banyak orang yang empatinya tuh kayaknya sangat-sangat berkurang dan dinampakaan gitu, jadi ironis aja dalam keadaan 81 tahun kita merdeka tapi makin ke sini makin banyak orang-orang yang, kita sebut oknum, di lain pihak ada yang sangat-sangat begitu susah banget gitu bahkan terpuruk, di lain pihak ya mereka cuek aja gitu. Jadi ya mudah-mudahan lah 82 sampai 90, 100 sekian lebih baik," tutur Armand.
 
Berbeda dengan Budjana dan Armand, Thomas Ramdhan sendiri sempat menyampaikan makna kemerdekaan dengan gaya khasnya. Ia bahkan melontarkan candaan mengenai realitas kondisi di Indonesia saat ini.
 
"Merdeka itu ketika belok nggak bayar, putar balik nggak bayar nah itu merdeka. Cuma di Indonesia yang bayar sih," ucap Thomas berkelakar.
 
Gusti Hendy kemudian menimpali pernyataan Thomas dengan mengaitkannya pada kewajiban sebagai warga negara.
 
"Kita bayar pajak, kita nikmati. Itu merdeka," tutur Gusti Hendy.
Harapan Personel GIGI untuk Indonesia dan Skena Musik Tanah Air 
 
EKSKLUSIF HUT RI ke-81, GIGI Bicara Makna Kemerdekaan hingga Harapan untuk Musik Indonesia
GIGI saat tampil sebagai headliner di Gaia Music Festival 2026 (Foto: dok. Gaia Music Festival)
 
Tak hanya memaknai kemerdekaan, para personel GIGI juga menyampaikan sejumlah harapan untuk masa depan Indonesia, khususnya terkait perkembangan industri dan ekosistem musik.
Thomas pun berharap pengelolaan pajak yang dibayarkan masyarakat dapat kembali dirasakan dalam bentuk kesejahteraan yang lebih merata.
 
"Untuk Indonesia ya tadi lanjutin yang Hendy, semoga pajak yang kami bayar sebagai rakyat yang dikelola sama negara ini bisa balik ke rakyat dengan sejahtera yang merata," ucap Thomas.
Di sisi lain, Dewa Budjana menilai perkembangan musik Indonesia sudah berada di jalur yang baik. Namun, ia berharap kualitas tersebut dapat terus ditingkatkan.
 
"Untuk musik, musik itu sudah bagus, jadi tinggal lebih bagus lagi saja. Seni dan musik tetap kastanya paling bagus sih," ujar Dewa Budjana.
 
Armand kemudian menyoroti pentingnya pembenahan ekosistem musik secara menyeluruh, termasuk persoalan regulasi dan royalti yang masih menjadi perhatian para pelaku industri.
 
"Ya, mudah-mudahan sistem ekosistem musik di Indonesia, blueprint-nya, royaltinya, undang-undangnya semuanya beres dan semua mendapatkan porsi yang sesuai," tutur Armand.
 
Sementara itu, Gusti Hendy berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memperbanyak fasilitas pertunjukan yang layak dan mudah diakses oleh masyarakat di berbagai daerah.
"Gedung pertunjukan tambah banyak, yang bagus dan murah, dan setiap daerah punya," tutup Hendy.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA