Addie MS dalam acara Buka Puasa Bersama Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Kebon Jeruk, Sabtu, 11 Mei 2019. (Foto: Medcom.id/Mardinal Afif)
Addie MS dalam acara Buka Puasa Bersama Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Kebon Jeruk, Sabtu, 11 Mei 2019. (Foto: Medcom.id/Mardinal Afif)

Addie MS Salut Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Tidak Anti Musik

Hiburan addie ms
Cecylia Rura • 12 Mei 2019 06:00
Jakarta: Komposer musik Addie MS ikut memberikan kata sambutan dalam acara Buka Puasa Bersama Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Kebon Jeruk, Sabtu, 11 Mei 2019. Dia terharu ketika Pondok Pesantren Asshiddiqiyah membawakan lagu mars mereka dan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
 
"Begitu masuk saya mendengarkan paduan suara, menyanyikan lagu Indonesia Raya. Saya terus terang sekali pada saat pertama, saya ingin mendengarkan lagi hal seperti itu," kata Addie MS.
 
Addie MS menganggap nyanyian dari paduan suara Pondok Pesantren Asshiddiqiyah sebagai tanda tidak anti musik seperti beberapa orang yang menganggap musik adalah haram dalam ajaran Islam. Dia pun berlanjut menjelaskan bagaimana musik digunakan sebagai materi pendidikan di negara-negara maju.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pernah ada satu anggapan nempel di saya bahwa kalau pesantren itu anti musik. Padahal waktu itu saya berpikir bahwa musik punya dimensi keilmuan juga. Bukan sekadar menghibur, bukan sekadar entertainment, tetapi kalau kita lihat dari musik ada banyak hal yang bisa kita dapatkan secara positif," kata Addie MS.
 
Addie MS memberi contoh di negara-negara Barat, musik diajarkan sejak sekolah dasar bukan hanya bertujuan menghibur atau mengembangkan budaya seni, tetapi ada aspek keilmuan dalam musik.
 
"Kalau kita mempelajari musik, kita lihat ada notasi yang presisi, yang matematis, tapi di saat yang sama melalui presisi itu bisa dan harus dibawakan dengan imajinasi. Artinya ada koordinasi otak kiri dan kanan. Antara logika dan ekspresi perasaan. Di negara-negara maju dari sejak pendidikan dasar agar seimbang otak kiri dan kanan," jelasnya.
 
Komposer pendiri Twilite Orchestra ini juga membagikan cerita tentang pertemuannya dengan pendakwah Muhammad Luthfi bin Yahya yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah di Pekalongan. Addie MS takjub dengan seorang ulama besar yang pernah menciptakan ratusan lagu di tengah isu pengharaman musik bagi umat Muslim.
 
"Tahun lalu untuk pertama kali, waktu itu saya ke Habib Lutfi di Pekalongan, diajak ke studionya, saya terharu sampai berkaca-kaca karena baru kali itu saya melihat orang besar, ulama besar, yang sebelumnya saya anggap mengharamkan musik tapi beliau malah menciptakan lebih dari 200 lagu," cerita Addie.
 
"Itu membuat saya mempunyai harapan baru bahwa musik di dalam dunia Islam bisa dikembangkan ke arah positif secara sinergis," pungkasnya.
 
Selain Addie MS, Ridho Hafiedz "Slank" dan Chico Hakim dari perwakilan artis yang hadir dalam acara Buka Puasa Bersama Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Kebon Jeruk.
 
 
 
(ELG)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif