Nanook, Mini Album Perdana SoftAnimal
SoftAnimal, proyek solo drummer Elephant Kind, Bayu Adisapoetra menelurkan album EP baru bertajuk Nanook. (Foto: Whistle Media Indonesia)
Jakarta: SoftAnimal yang digagas Bayu Adisapoetra sebagai proyek tunggal di luar Elephant Kind kini mengeluarkan Extended Play (EP) atau mini album perdananya bertajuk Nanook.

Album hasil eksplorasi musik punk-rock ini memuat lima lagu yakni Black & White, 1 2 3,  Rolling Door, Move (feat. Natasha Udu dan Bam Mastro), serta New Blood.

Karya musik SoftAnimal dalam album Nanook dieksekusi Bayu bersama Lafa Green (Lafa Pratomo) produser album EP Nanook ini.


"Bagi saya pribadi, SoftAnimal seperti mesin waktu yang membawa kembali ke zaman grunge di tengah masa jayanya. Masa di mana memberontak itu adalah sebuah mandatori alamiah dan ditunjukkan lewat pukulan drum yang teramat kencang, cabikan bass yang menjebol amplifier serta gain penuh di pedal metalzone gitar, dan tentu saja vokal yang slengean dan penuh raungan yang entah apa makna dan substansinya. SoftAnimal tidak serta merta berkepribadian demikian, yang ini jauh lebih beradab, bijak namun tetap ugal-ugalan. Semangat itu yang saya coba jaga agar Bayu tidak keluar dalam lajurnya," papar Lafa dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id, Jumat 13 April 2018.

Lewat album Nanook, Bayu ingin menonjolkan karya musik tunggalnya bersama SoftAnimal. Seperti diketahui, Bayu sendiri masih memperkuat band Elephant Kind sebagai penambuh drum.

"Sebenarnya ide untuk membuat SoftAnimal sudah ada di dalam rencana 4-5 tahun lalu tapi waktu itu belum cukup ilmu untuk mengaplikasikan apa yang dimau. Semenjak bermain bersama Elephant Kind, saya belajar banyak banget bagaimana bikin sebuah karya. Bagaimana meramu ide hingga menjadikan sebuah karya yang matang dan bagus. Lafa tidak hanya membantu untuk membuat saya on track namun juga bisa meyakinkan jika SoftAnimal tidak hanya sekadar ide tapi bisa dihadirkan sesuai dengan yang saya inginkan," ungkap Bayu.

Judul album Nanook diambil dari sebuah mitologi Nanook dari suku Inuit wilayah Kanada Utara dan Alaska. Nanook dipercaya sebagai penguasa beruang kutub yang kerap kali diburu oleh suku Inuit. Daging beruang diambil untuk dikonsumsi sementara kulitnya dikenakan untuk menghangatkan tubuh.

Sebelumnya, Bayu telah memperkenalkan proyek solo SoftAnimal bersama dengan peluncuran proyek solo Bam Mastro dalam showcase yang diadakan di Shoemakers Shoes Studio, Cikini pada Rabu malam, 28 Maret 2018. Pada kesempatan yang sama, mantan pemain bas yang kini memperkuat Kelompok Penerbang Roket, John Paul Patton alias Coki ikut berkolaborasi dalam satu panggung bersama Bam Mastro dan Bayu Adisapoetra. Mereka membawakan beberapa nomor lagu Elephant Kind sembari bernostalgia.

Album Nanook sudah dapat dinikmati melalui ragam layanan streaming musik sejak 13 April 2018.

 



(ELG)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360