Piringan hitam dua album Swami (Foto: Musica's Studio)
Piringan hitam dua album Swami (Foto: Musica's Studio)

Dua Album Ikonik Swami Dirilis Ulang dalam Format Piringan Hitam

Hiburan Iwan Fals piringan hitam
Agustinus Shindu Alpito • 26 Januari 2022 18:53
Jakarta: Album dari grup musik legendaris Swami yang terdiri dari Iwan Fals, Sawung Jabo, Naniel, Nano, Yockie Suryo Prayogo, Toto Tewel, dan Innisisri, kembali dirilis ulang. Dua album dari Swami, yaitu Swami I dan Swami II dirlis dalam format piringan hitam atau vinyl dan digital streaming.
 
Album Swami I pertama kali dirilis pada 1990 dan diproduseri oleh Benny Liman dan melibatkan personel pendukung Jerry sebagai gitaris, dan Tatas sebagai keyboardist.
 
Sedangkan Swami II dirilis pada 1991. Pada Swami II, terlibat personel tambahan yaitu Yockie Suryo Prayogo dan Toto Tewel. Proyek Swami secara keseluruhan juga didukung oleh seniman dan pengusaha Setiawan Djody, yang karya lukisnya turut menjadi sampul album Swami II.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perilisan ulang album Swami adalah penting karena album ini sangat bersejarah dalam perjalanan industri musik Indonesia. Album Swami I memuat hit yang kita kenal sampai hari ini, yaitu "Bento" dan "Bongkar." Album itu juga bertengger di peringkat ke-delapan dalam daftar 150 Album Indonesia Terbaik versi majalah Rolling Stone Indonesia.
 
Lagu "Bongkar" bahkan menjadi lagu terbaik (peringkat pertama) dalam daftar 150 Lagu Indonesia Terbaik versi majalah Rolling Stone Indonesia. Sedangkan lagu "Bento" berada di posisi ke-sepuluh dalam daftar yang sama.
 
Pengamat musik dan jurnalis Frans Sartono yang menjadi saksi kelahiran Swami mengutarakan bahwa grup ini punya posisi penting di kancah musik Indonesia. Tidak lain karena Swami adalah gabungan dari para seniman lintas latar belakang dan menjadi suara rakyat pada masanya.
 
"Mas Jabo anak Bengkel (Teater) nyanyi rock. Dipadu Mas Iwan dengan karakter (suara) yang beda tapi menyatu, ada unsur Mas Djody, Toto Tewel. Berbeda beda karakternya pas ditampung dalam Swami dan Kantata Takwa jadi bersatu."
 
"Zaman sudah berubah. Dulu enggak ada orang mengkritik. Itu, lagu 'Bento' dan 'Bongkar' seperti mewakili perasaan rakyat yang hidupnya tertekan. Katarsis. Kanal pelampiasan yang tak terluapkan," ujar Frans Sartono, dalam jumpa pers virtual perilisan ulang dua album Swami, Rabu, 26 Januari 2022.
 
Piringan hitam album Swami I dan Swami II dijual masing-masing dengan harga Rp750 ribu.
 
 
 
(ASA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif