40 Tahun Berkarya, Chaseiro Gelar Konser di Hari Sumpah Pemuda
Konser Dunia di Batas Senja: Chaseiro Bersama Sang Pemuda. (Foto: Kaharsa - XI Creative)
Jakarta: Peringatan 90 Tahun Sumpah Pemuda adalah momentum yang sangat penting. Tahun ini Indonesia tengah memasuki tahun politik di mana rasa persatuan yang telah terbina dan terbangun itu nyaris terkikis.

Karenanya, dalam rangka mensyukuri 40 tahun perjalanan panjangnya, Chaseiro (Candra Darusman, Helmi Indrakesuma (Alm), Aswin Sastrowardoyo, Edwin Hudioro, Irwan Indrakesuma, Rizali Indrakesuma dan Omen Norman Soni Sontani) mengambil momentum ini untuk sejenak merenung, mendengarkan suara hati, kembali kepada jati diri sebagai bangsa yang bersatu dan tidak boleh dipecahbelahkan oleh kekuatan apapun. Pemuda serta siapapun yang berjiwa muda diharapkan mampu menyongsong peristiwa ini.

Chaseiro sendiri merupakan kelompok musik era akhir 1970-an hingga awal 1980-an yang terkenal atas harmoni vokal dengan musik pop dengan sentuhan jazz, bossa nova, dan latin.


Selayaknya lirik lagu Dunia di Batas Senja, “Bersatulah kita dalam mencoba merubah dunia.. Yang ada di sekitar dirimu.." Kaharsa bersama XI Creative mempersembahkan Konser Dunia di Batas Senja: Chaseiro Bersama Sang Pemuda.

Konser ini merayakan semangat kolaborasi dalam keberagaman yang telah menjadi nafas Chaseiro sejak berdirinya kelompok vokal grup ini 40 tahun silam. Setelah sebelumnya sukses mengadakan pagelaran guna mensyukuri HUT 40 pada 6 Mei 2018 lalu, rangkaian kedua ini dilaksanakan pada Minggu, 28 Oktober 2018 di Nusa Indah Theater, Balai Kartini, Jakarta.

"Konser ini adalah momentum ‘once in a life time’: 40 Tahun Chaseiro dan 90 Tahun Sumpah Pemuda. Lewat konser ini, kami membawa pesan sangat penting buat generasi muda yang akan kami ungkap dengan cara yang sebaik-baiknya. Bagi kami, apapun yang terjadi kita tidak boleh dipisahkan, jangan ada tembok besar di antara kita, karena kita ini bangsa yang bersatu dan berdaulat, yang sejatinya mampu menunjukkan kebesaran di mata dunia," ujar Candra Darusman.



Melalui karyanya, Chaseiro mengetuk hati para pendengar dan penikmat musik agar lebih menjunjung tinggi persatuan serta mencegah perpecahan yang hanya demi sebuah kepentingan sesaat. Dengan melakukan kurasi kembali terhadap lagu-lagu Chaseiro yang sarat akan pesan persatuan, kebangsaan kemanusiaan, optimisme, motivasi serta cita-cita masa depan Indonesia, konser ini akan menyajikan total 17 lagu dari diskografi Chaseiro.

Dalam bingkai kesatuan demi perubahan hidup yang lebih baik, Chaseiro berinovasi untuk mensyukuri 90 Tahun Sumpah Pemuda di tahun 2018 ini. Tidak hanya menyuguhkan lagu Pemuda (1979) yang sangat strategis dan monumental, Chaseiro melakukan kurasi kembali dari lagu-lagu mereka ke dalam tiga tema besar: Kepemudaan, Kebangsaan dan Persatuan.

Konser ini turut menampilkan Vina Panduwinata, Elfa’s Singers, Otti Jamalus dan diiringi oleh kelompok musisi muda Rishanda and The Rising. Selain itu, konser ini juga menampilkan projek spesial Chaseiro All Star dengan jajaran penyanyi-penyanyi muda bertalenta: Adikara Fardy, Albert Fakdawer, Ardhito Pramono, Kafin Sulthan, Rafi Sudirman, Rega Dauna serta Vadie Akbar. Projek ini digagas oleh Candra Darusman dan Anindyo Baskoro (Nino RAN), berkolaborasi dengan Arsyan Diah selaku Managing Director KAHARSA, sebagai upaya untuk menjaga dan meneruskan karya CHASEIRO hingga masa-masa mendatang.

Ardhito Pramono sebagai salah satu personel dari projek spesial CHASEIRO ALL STAR, menyampaikan antusiasme-nya, "Rasanya sangat senang dan bangga bisa terlibat di projek ini. Sebagai kelompok vokal grup legendaris, karya-karya Chaseiro memiliki pesan yang timeless dan bisa terus menjadi sumber inspirasi bagi anak muda saat ini mau pun ke generasi-generasi selanjutnya. Semoga semua berjalan dengan baik."

 



(ELG)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id