Portura (Foto: Medcom/Basuki)
Portura (Foto: Medcom/Basuki)

Diisi Musisi Sibuk, Iga Massardi Ungkap Cara Menjaga Band Portura Tetap Bisa Berjalan

Basuki Rachmat • 07 Oktober 2026 20:15
Ringkasnya gini..
  • Portura merilis EP perdana FRAMES yang merangkum pengalaman, emosi, dan berbagai momen personal para personelnya.
  • Iga Massardi menyebut jadwal padat personel menjadi tantangan Portura, tetapi komunikasi dan perencanaan jauh hari membuat proyek tetap berjalan.
  • EP FRAMES berisi lima lagu yang mengangkat tema ingatan, amarah, kehilangan, dan ketangguhan dari pengalaman personal para personel Portura.
Jakarta: Supergroup rock Portura resmi memperkenalkan karya perdana mereka lewat mini album atau EP bertajuk FRAMES. Rilisan ini menjadi wadah bagi para personelnya untuk menuangkan pengalaman, emosi, hingga berbagai momen personal yang membentuk perjalanan hidup mereka.

Portura sendiri diisi sejumlah musisi kenamaan Tanah Air, yakni Fathia Izzati dari Reality Club sebagai vokalis, Bilal Indrajaya pada gitar, John Paul “Coki” Patton dari Kelompok Penerbang Roket dan ALI pada bass, serta Enrico Octaviano dari Lomba Sihir sebagai drummer. Sementara itu, Iga Massardi dari Barasuara turut terlibat dalam proyek ini.

Dengan kesibukan masing-masing personel bersama proyek musik mereka, menentukan waktu untuk berkumpul dan menjalankan aktivitas Portura menjadi salah satu tantangan utama. Iga pun mengakui persoalan jadwal menjadi hal yang perlu diperhitungkan sejak awal.

Hal tersebut disampaikan Iga saat ditemui Medcom.id di Queens Head Kemang, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Oktober 2026.

"Basically sih bisa disesuaikan," tutur Iga Massardi.
 
Menurut Iga, kesibukan masing-masing personel membuat Portura harus memiliki komunikasi dan perencanaan yang matang. Meski begitu, ia memastikan persoalan jadwal bukan menjadi penghalang bagi mereka untuk tetap menjalankan proyek tersebut.

"Maksudnya disesuaikan itu, emang jadi salah satu obstacle (hambatan) utama lah. Itu salah satu pertimbangan utama juga ketika ini mau di-launch, soal jadwal itu kan emang tight banget. Tapi tentu bisa kami usahakan untuk tetap bisa bermain. Entah itu di weekdays, weekend, nggak ada masalah," lanjutnya.

Iga menjelaskan, kunci utama agar Portura tetap bisa berjalan adalah menyusun agenda sejak jauh-jauh hari. Dengan begitu, setiap personel dapat menyesuaikan jadwal mereka dengan kegiatan bersama Portura.

"Jadi harusnya itu bisa selama bisa dikomunikasikan dari jauh-jauh hari. Misalkan, booking-nya di Desember, mainnya di mungkin Februari gitu," ungkap Iga.

Meski mengakui persoalan jadwal cukup menantang, Iga tetap optimistis Portura dapat terus berjalan di tengah kesibukan para personelnya. Bahkan, ia berharap proyek tersebut bisa bertahan dalam jangka panjang.

"Intinya sih, untuk jadwal memang itu jadi salah satu obstacle yang utama, tapi bukan berarti tidak ada solusinya gitu. Selama kita optimis, gue rasa kita akan bisa berhasil. Selama 20 tahun lagi kita jualan juga," tutupnya.
 
FRAMES sendiri menjadi ruang bagi para personel Portura untuk mengolah berbagai cerita yang bersumber dari pengalaman pribadi, emosi, serta momen-momen yang membentuk kehidupan mereka.

EP debut ini berisi lima trek yang mengeksplorasi sejumlah tema, mulai dari ingatan, amarah, kehilangan, hingga ketangguhan dalam menghadapi berbagai persoalan.

Lewat FRAMES, Portura juga mencoba merekam sosok-sosok yang meninggalkan jejak mendalam dalam kehidupan mereka. Selain itu, mereka menghadirkan kembali tempat-tempat yang menyimpan kenangan serta berbagai persoalan yang muncul ketika menjalani kehidupan.

Bagi Portura, FRAMES bukan sekadar rilisan perdana, melainkan menjadi titik awal untuk mempertemukan karakter musikal dan pengalaman personal dari setiap personelnya dalam satu karya.








 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA