Kenya (Foto: Instagram @kenyakingdown)
Kenya (Foto: Instagram @kenyakingdown)

Band Kenya Klarifikasi Isu Terima Dana dari Gubernur Bali untuk Tampil Tur di Inggris

Basuki Rachmat • 27 April 2026 20:44
Ringkasnya gini..
  • Band Kenya dihujat dan dilabeli pro rezim usai tudingan viral di media sosial, memicu spekulasi soal dukungan pemerintah.
  • Kenya klarifikasi tak terima dana pemerintah, hanya dibantu surat rekomendasi untuk visa tampil di festival hardcore Inggris.
  • Demi tampil di luar negeri, Kenya harus berutang biaya sendiri meski sempat dituduh menerima dana dari Gubernur Bali.
Jakarta: Unit hardcore kebanggaan Bali, Kenya, mendadak jadi perbincangan hangat di media sosial. Bukan karena prestasi ataupun rilisan musik terbaru mereka, melainkan gelombang hujatan warganet yang kini melabeli mereka sebagai band "Hace Rezim".
 
Kegaduhan ini bermula dari unggahan akun media sosial X @dieingenieurinn pada 24 April 2026 yang melontarkan tudingan bernada negatif terhadap band tersebut. 
 
"Aduhh band hardcore satu ituh gatau malu banget, bini lo ja*lay rezim ya anj**g. Mana satu line up sama Sukatani (band punk asal Purbalingga) yang notabene-nya pernah digruduk rezim ckckckck NAJIS MAKSIMAL," tulis @dieingenieurin.

Unggahan itu kemudian viral dan akhirnya melahirkan beragam spekulasi liar lain, termasuk dugaan bahwa Kenya sempat menerima dana dari Gubernur Bali dan Dinas Pariwisata untuk tampil di Outbreak Festival pada Juni 2025 lalu, yang dikenal sebagai festival musik hardcore paling bergengsi saat ini yang diselenggarakan di Inggris.  

Klarifikasi Pihak Kenya Terkait Bantuan dari Gubernur Bali

Gerah dengan stigma yang beredar, Kenya akhirnya merilis pernyataan resmi melalui akun Instagram band mereka pada Minggu, 26 April 2026. Mereka menegaskan bahwa tudingan tersebut telah mengganggu ketenangan internal serta potensi kerja sama dengan berbagai brand.
 
Pihak band meluruskan bahwa bantuan dari Gubernur Bali bukanlah berupa materi, melainkan dukungan birokrasi berupa rekomendasi dan sponsor letter untuk pengajuan visa.
 
Hal ini terpaksa dilakukan karena permohonan visa mereka sempat ditolak mentah-mentah oleh pihak Kedutaan Besar Inggris pada April 2025 lalu.
 
"Pada awal keberangkatan kami ke UK (Outbreak), kami menemukan kendala dalam perizinan visa. Dari awal, kami mencoba meng-apply visa ke Embassy UK di Kuningan, Jakarta, pada bulan April 2025, dan visa kami ditolak (tidak boleh melakukan banding) oleh Embassy UK," tulis Kenya dalam pernyataan resmi mereka.
 
Dalam kondisi tersebut, Kenya mengaku sempat kehilangan harapan untuk tampil di Outbreak Festival. Namun, mereka kemudian mendapatkan dukungan dari Gubernur Bali setelah menyampaikan kendala yang dihadapi.
 
"Saat itu kami sudah putus asa, karena sesuatu yang besar serta mimpi kami untuk bermain di Outbreak akan sirna. Tetapi kami yang pupus diberi harapan oleh Bapak Gubernur Bali. Bukan beliau mengajak kami audiensi, kami ceritakan tentang penolakan visa, dan beliau membantu kami untuk memberikan rekomendasi kepada Dinas Pariwisata untuk memberikan sponsor letter yang menjamin kami selama perjalanan," lanjut mereka.
 
Berkat "surat sakti" tersebut, visa mereka akhirnya terbit pada 11 Juni 2025, hanya selisih satu hari sebelum jadwal manggung pertama mereka di Plymouth, Inggris. Situasi kritis tersebut memaksa para personel terbang mendadak ke Jakarta untuk langsung berangkat ke Inggris.
 
Band Kenya Klarifikasi Isu Terima Dana dari Gubernur Bali untuk Tampil Tur di Inggris

Biaya Mandiri hingga Harus Berutang

Kenya juga menegaskan bahwa mereka tidak menerima bantuan dana dari pemerintah daerah, melainkan murni dari sponsor independen.
 
"Stigma yang beredar kami menerima uang dari Gubernur dan Pemprov Bali itu sama sekali tidak ada. Kami hanya menerima uang dari sponsor kami, bukan dari Pemerintah Provinsi Bali," ungkap pihak Kenya meluruskan.
 
Bahkan, demi mewujudkan mimpi membawa nama Indonesia ke panggung internasional, Kenya mengaku harus berkorban secara finansial. Seluruh proses keberangkatan tersebut menelan biaya yang sangat besar hingga memaksa mereka berutang.
 
"Sudah pasti mengeluarkan banyak biaya, dan sampai saat ini kami meminjam uang untuk berangkat ke UK. Hingga saat ini kami masih mencicil biaya tersebut," tutup Kenya.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA