Endah Laras dalam Festival Tepi Sawah 2019  (Foto: Dok. Penyelenggara Festival Tepi Sawah)
Endah Laras dalam Festival Tepi Sawah 2019 (Foto: Dok. Penyelenggara Festival Tepi Sawah)

Festival Tepi Sawah Dibuka Dendangan Jawa hingga Fushion Kontemporeral

Hiburan Festival Tepi Sawah
Cecylia Rura • 08 Juli 2019 08:47
Jakarta: Festival Tepi Sawah yang digelar di Omah Apik, Pejeng - Bali, pada 6 dan 7 Juli 2019, kian meriah dengan menjelang malam, diwarnai aksi panggung dari berbagai artis lokal. Acara dibuka dengan sambutan oleh Nita Aartsen, satu dari tiga founder Festival Tepi Sawah 2019 pada senja hari. Nita menjelaskan konsep peforma di alam terbuka dengan melibatkan artis lokal.
 
"This is a big thing, kita menggerakkan banyak komunitas lokal dengan nilai-nilai edukasi, lingkungan dan kebudayaan," katanya di Stage Uma, Sabtu, 6 Juli 2019 dalam keterangan pers.
 
Pembukaan dilanjutkan kolaborasi Nita, Endah Laras, Woro, dan Gamelan Yuganada. Woro, sinden cilik kelahiran Semarang membuka pentas dengan bernarasi dalam bahasa Mawa mengenai Indonesia dengan keberagamannya yang dipunya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Festival Tepi Sawah Dibuka Dendangan Jawa hingga Fushion Kontemporeral
 
"Dengan keberagaman itulah, di era modern ini kita bisa menjadi lebih kuat, tentram dan saling menyayangi satu sama lain," jelasnya.
 
Suara merdu datang dari Endah Laras membawakan lagu Di Bawah Sinar Purnama. Nyanyian tersebut diiringi oleh dentingan piano Nita Aartsen dan suara violin dari Celticroom Bali. Sesi itu ditutup Gamelan Yuganada menampilkan gamelan dan tari kecak khas Bali. Woro melakukan latihan sejak dua hari lalu.
 
"Dapat latihan dua kali, check stage and sound, lalu perform hari ini," katanya.
 
Lagu pembuka maupun sesi jamming disesuaikan dengan tema acara.
 
"Kalau opening memang kesepakatan Tante Nita dan Mama Endah, kalau jamming kan disesuaikan dengan temanya yaitu Dolanan Jawa," jelasnya.
 
Dalam sesi jamming di stage Kubu, beberapa lagi yang dibawakan adalah Ilir-Ilir dan tembang dolanan dari Banyuwangi.
 
Selain pembuka dan sesi Dolanan Jawa, malam di Festival Tepi Sawah juga dimeriahkan penampilan Jegog Suar Agung dan Tribute to Koes Plus dari semua artis. Jegog Suar Agung berinteraksi dengan penonton dan membentuk melodi lewat tepukan tangan diiringi tabuhan bumbung.
 

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif