dok. YouTube Pusma Shakira
dok. YouTube Pusma Shakira

Lirik Lagu "Ego Wong Tuo", Jeritan Hati Seorang Anak Melihat Konflik Orang Tua

Elang Riki Yanuar • 11 Januari 2026 20:17
Jakarta: Penyanyi dangdut Pusma Shakira menggandeng Royhan Ni Amillah dalam single bertajuk “Ego Wong Tuo” yang dirilis pada Agustus 2025. Lagu berbahasa Jawa ini mencuri perhatian publik setelah ramai digunakan di media sosial karena liriknya yang emosional dan dekat dengan realitas banyak keluarga. 
 
Sejak perilisannya, “Ego Wong Tuo” dikenal sebagai lagu yang menyuarakan perasaan terpendam seorang anak di tengah konflik orang tua.

Makna Lagu Ego Wong Tuo

“Ego Wong Tuo” menggambarkan isi hati seorang anak yang harus menerima dampak dari keputusan dan pertengkaran orang tuanya. Lagu ini menyoroti kondisi ketika sosok ayah atau ibu secara fisik masih ada, namun kehadirannya terasa kosong karena minim perhatian dan kasih sayang. Perasaan sepi, kecewa, dan kehilangan tergambar kuat lewat lirik-liriknya.
 
Melalui sudut pandang anak, lagu ini menyampaikan pesan bahwa konflik orang dewasa kerap meninggalkan luka mendalam bagi anak-anak. Ego orang tua yang lebih mementingkan perasaan sendiri digambarkan membuat anak terpaksa tumbuh lebih cepat dan belajar kuat dalam keadaan yang tidak ideal.

Tak hanya berisi kesedihan, “Ego Wong Tuo” juga menjadi pengingat emosional bahwa apa pun keputusan orang tua termasuk perpisahan anak seharusnya tetap mendapatkan perhatian, perlindungan, dan rasa aman. Lagu ini seolah mengajak pendengar untuk lebih peka terhadap dampak psikologis yang dirasakan anak dalam keluarga yang tidak harmonis.

Simak lirik lagu “Ego Wong Tuo” lengkap dengan terjemahan di bawah ini. 


Tak ceritani 
Crito sing paling nglarani
Naliko bapak lungo
Ninggalke kluargo 
Nelongso nanging kudu tak terimo
Sing gawe tambah loro 
Wong tuwo ono koyo raono
Ngendi kasih sayange 
Sing koyo cah liyane
Bapak ibu bingung dewe dewe
 
Yen pancen kudu pisahan 
Ojo nganti anak dadi korban
Berjuang nang dalan dewean
 
Ora ono sing njaluk di lahirke
Nang keluarga sing koyo ngene
Tak tompo opo anane 
Kabeh kahanane
Yen pancen ngene iki takdire
Kudu iso kuat balungane
Mergo ra di songgo wong tuane
Kudu iso ngadek dewe 
Raono cekelane
Ngene men anak sing rusak omahe
 
Yen pancen kudu pisahan 
Ojo nganti anak dadi korban
Berjuang nang dalan dewean
 
Ora ono sing njaluk di lahirke
Nang keluarga sing koyo ngene
Tak tompo opo anane 
Kabeh kahanane
Yen pancen ngene iki takdire
Kudu iso kuat balungane
Mergo ra di songgo wong tuane
Kudu iso ngadek dewe 
Raono cekelane
Ngenemen anak sing rusak omahe
Ngenemen anak sing rusak omahe

Terjemahan


Kuceritakan
Cerita yang sungguh menyakitkan
Ketika bapak pergi
Meninggalkan keluarga
Sakit namun harus kuterima
Yang membuat semakin sakit
Orang tua ada namun seperti tidak ada
Mana kasih sayangnya
Seperti anak lainnya
Bapak ibu bingung masing-masing
 
Bilamana harus berpisah
Jangan sampai anak jadi korban
Berjuang di jalannya sendirian
 
Tidak ada yang minta dilahirkan
Di keluarga seperti ini
Ku terima apa adanya
Semua keadaannya
Bila seperti ini takdirnya
Harus bisa kuat raga ini
Karena tidak ditopang orang tuanya
Harus bisa berdiri sendiri
Tidak ada pegangannya
Beginilah anak yang rusak rumahnya
 
Bilamana harus berpisah
Jangan sampai anak jadi korban
Berjuang di jalannya sendirian
 
Tidak ada yang minta dilahirkan
Di keluarga seperti ini
Ku terima apa adanya
Semua keadaannya
Bila seperti ini takdirnya
Harus bisa kuat raga ini
Karena tidak ditopang orang tuanya
Harus bisa berdiri sendiri
Tidak ada pegangannya
Beginilah anak yang rusak rumahnya
Beginilah anak yang rusak rumahnya
 

 
(Maulia Chasanah)
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan