Grup musik asal Venezuela tersebut beranggotakan Manuel van Der Dijs (vokalis), Gabriel Gómez (gitaris), Xander Hernández (bassist), dan Abraham Foucault (drummer). Keempatnya tewas usai gedung tempat mereka berlatih runtuh.
Seperti diberitakan oleh media Venezuela Últimas Noticias, band tersebut sedang berada di dalam gedung Costamar II di Tanaguarena, La Guaira, ketika kawasan tersebut diguncang dua gempa bumi berkekuatan besar
Jenazah mereka kemudian berhasil dievakuasi dari reruntuhan oleh tim penyelamat.
Gempa bumi yang melanda wilayah utara Venezuela pada Rabu, 24 Juni 2026, berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5. Bencana ini juga menyebabkan kerusakan masif di seluruh negeri.
Hampir dua ribu orang dilaporkan tewas, ribuan lainnya terluka, sementara banyak korban masih dinyatakan hilang.
Van Der Dijs merupakan band pendatang baru di skena heavy metal Venezuela yang memadukan unsur nu-metal, rap-rock, dan rock alternatif.
Grup ini mulai menarik perhatian dalam beberapa bulan terakhir dan dijadwalkan menggelar sejumlah konser di Venezuela, termasuk di Punto Fijo dan Valencia.
Pada 19 Juni, hanya beberapa hari sebelum gempa bumi terjadi, Van Der Dijs sukses menggelar konser dengan tiket yang ludes terjual di Centro de Arte Moderno, La Castellana, Caracas.
Band tersebut juga telah mengumumkan jadwal konser selanjutnya di sejumlah wilayah Venezuela melalui akun Instagram resmi mereka.
Bencana tersebut memicu krisis kemanusiaan di Venezuela. Rumah sakit kewalahan menangani korban, kerusakan infrastruktur terjadi di berbagai wilayah, sementara tim penyelamat masih terus mencari korban yang diduga tertimbun reruntuhan.
Baca Juga :
Dubes Swedia Puji Kualitas Musik Metal Indonesia, Nama Deadsquad sampai Death Vomit Disebut
La Guaira, negara bagian pesisir tempat para anggota band tersebut meninggal, termasuk di antara wilayah yang paling parah terdampak oleh bencana tersebut.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda