Erix Soekamti dan Fiersa Besari (Foto: dok. ist)
Erix Soekamti dan Fiersa Besari (Foto: dok. ist)

Erix Soekamti Fiersa Besari hingga Iwan Fals Galang Dana untuk Konservasi Orangutan

Hiburan orangutan Iwan Fals Fiersa Besari Erix Soekamti
Elang Riki Yanuar • 26 Oktober 2021 08:00
Jakarta: Sejumlah musisi ternama Tanah Air menggelar kampanye berjudul Music For Adventure. Erix Soekamti bersama BenihBaik.com dengan dukungan penuh dari Eiger Adventure dan The Borneo Orangutan Survival Foundation (BOS Foundation) menggalang dana untuk konservasi orangutan di Kalimantan.
 
Erix dan Music For Adventure mengajak musisi lain seperti Iwan Fals, Fourtwnty, Fiersa Besari, Navicula, Alffy Rev, Beranda Rumah, Mercusuar, Klopediakustik, Cikini Tropical Sound, hingga Nualusna untuk ikut gerakan ini.
 
"Ini adalah ide dari tongkrongan saya bersama teman-teman Eiger, saya yang coba untuk membakar. Navicula masuk juga, dia banyak kampanye tentang sampah plastik. dan memang membuat sebuah movement, Fiersa juga, kita tahu dia sangat mencitai alam dan suka naik gunung. Selain itu banyak yang terlibat termasuk musisi daerah. Kami tentu ingin ide mereka didengarkan juga," kata Erix Soekamti dalam keterangan tertulisnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tidak semua lagu dalam proyek ini adalah karya baru. Namun, sejak diajak ke Ramang-Ramang di Makassar, para musisi jadi memiliki ide baru.
 
"Fourtwnty sampai bikin lagu baru berjudul 'Ramang-Ramang'. Mereka terpukau, ide itu ditulis, diaransemen, direkam di tempat, baru dibawa ke Eiger untuk jadi album fisik dan didistribusikan, dijual, dan dikembalikan ke alam," jelas Erix.
 
Ramang-Ramang merupakan lokasi bekas tambang yang diperjuangkan masyarakat setempat. Area ini akhirnya bisa menjadi lestari lagi.
 
"Ini adalah perjuangan masyarakat yang berhasil mengelola kembali lingkungannya. Keberhasilan sekaligus kesungguhan masyarakat," tambah Erix.
 
Hasil Music For Adventure dijual dalam bentuk fisik box set yang tidak hanya memuat lagu, tapi juga berisi video dokumentasi yang berisi proses produksi, alat makan, foto dan lainnya. Dana yang nantinya akan diperoleh akan dipergunakan sepenuhnya untuk untuk rehabilitasi orangutan secara langsung.
 
"Kegiatan ini memang butuh dana banyak untuk makan dan bahkan pelajaran, mereka disekolahkan, ada kurilkulum sama seperti manusia. bedanya mereka perlu sekolah dari bayi hingga dewasa, bisa adaptif, semakin liar, kemudian bisa dilepasliarkan, dan bisa makan waktu hingga 7-8 tahun. Selain itu dana juga akan digunakan untuk rehabilitasi pohon," kata Sintya Anjani dari BOS Foundation.
 

 

 

 

 
 
 
(ELG)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif