Penampilan Superglad di Musik untuk Republik (Foto: Medcom/Shindu)
Penampilan Superglad di Musik untuk Republik (Foto: Medcom/Shindu)

Tampil di Musik untuk Republik, Superglad, Kotak, dan Sandhy Sondoro Serukan Pesan Damai

Hiburan Konser Musik untuk Republik
Agustinus Shindu Alpito • 19 Oktober 2019 10:21
Jakarta: Musik Untuk Republik, sebuah festival musik tiga hari (18-20 Oktober 2019) digelar di Bumi Perkemahan Cibubur, pada awalnya mengundang kontroversi warganet.
 
Puluhan musisi terlibat dalam festival ini, mulai dari pedangdut Siti Badriah, musisi reggae Tony Q Rastafara, The Groove, Edane, NTRL, Jamrud, Kla Project, Pas Band, Glenn Fredly, Slank, hingga band rock veteran. Salah satu kontroversi yang sempat bergulir di media sosial lantaran festival ini dianggap kurang mewakili kondisi sosial politik yang sedang gaduh.
 
"Kalau substansial, Musik Untuk Republik mungkin bicara protes RUU KPK, RUU PKN, itu baru substansial. Itu baru jadi Woodstock," kata pengamat musik Wendi Putranto kepada Medcom, beberapa waktu lalu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Festival ini memang melabeli diri sebagai "Woodstock-nya Indonesia," merujuk pada festival besar Woodstock yang berasal dari Amerika Serikat. Festival itu sukses menjadi hari raya musik dengan mengusung tema perdamaian, dan dihadiri jutaan orang. Dalam perkembangannya, Woodstock tumbuh sebagai ikon dan "gerakan" dari dan oleh pecinta musik.
 
Lepas dari kontroversi yang terjadi, festival Musik untuk Republik tetap berlangsung. Medcom.id memantau jalannya festival pada hari pertama. Lapangan Bumi Perkemahan Cibubur tidak tampak penuh oleh manusia. Kepadatan tampak di bibir panggung.
 
Hampir semua musisi yang tampil memanfaatkan momen ini untuk menyuarakan pesan perdamaian. Termasuk dari Superglad.
 
"Kalau gue pribadi yang penting menghibur rakyak Indonesia, tanpa mengaitkan ini dengan politik. Perdamaian yang kami utamakan," ujar Lukman Laksmana alias Buluk, sebelum naik panggung.
 
Hal serupa juga diungkapkan oleh vokalis Kotak, Tantri. Tampil dalam kondisi hamil, Tantri mengungkapkan salah satu alasannya tampil di festival ini untuk menyuarakan perdamaian.
 
"Suatu acara yang dikemas secara sukarela, kami berkumpul memang kami dituntut untuk bersatu. JAdi senang banget Kotak terlibat di acara ini," kata Tantri.
 
Sebelum Kotak tampil, Sandhy Sondoro lebih dulu naik panggung. Musisi yang juga berkiprah di Jerman itu menyampaikan pesan agar masyarakat jangan terpecah-belah.
 
"Kita Indonesia semoga jadi negara super power, jangan mau dipecah-belah," pekik Sandhy dari atas panggung.
 
Festival Musik untuk Republik digelar gratis. Acara dimulai pada pukul 10 pagi hingga larut malam.
 

 


 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif