.Feast dan Rian Dmasic (Dok. Soundstream)
.Feast dan Rian Dmasic (Dok. Soundstream)

Konser Soundstream 3

Kisah Pemuda yang Menyelinap di Panggung .Feast dan The Panturas

Hiburan The Panturas .Feast Band Konser Virtual
Cecylia Rura • 29 Agustus 2020 22:55
Jakarta: Dua grup musik berakar nuansa rock, .Feast dan The Panturas mengisi babak ketiga konser virtual Soundstream pada Sabtu, 29 Agustus 2020. Selama kurang lebih 40 menit, mereka beraksi sambil mengutarakan maksud dari album masing-masing.
 
Sedikit mendramatisasi panggung virtual, pada menit pertama ditampilkan secuplik kehidupan seorang pemuda. Kisah pemuda ini menyelinap dalam beberapa sesi panggung .Feast dan The Panturas.
 
Tiga jam menuju hari Minggu, Soundstream episode ketiga dimulai dari cerita .Feast tentang album Membangun dan Menghancurkan yang akan segera dirilis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Album ini adalah album yang gue dan anak-anak cita-citakan sejak tahun 2018, proses pembuatannya pun punya dinamikanya tersendiri, idenya berawal dari obrolan sehari-hari, tentang apa yang dipercaya orang mentah-mentah atau dengan seiring berjalannya waktu," ujar seorang pria.
 
Album Membangun dan Menghancurkan menyampaikan pandangan .Feast secara biner antara hitam dan putih. Ibarat sekutu yang terbentuk atas dasar kesepahaman hal sama. Contohnya pada keseharian bermedia sosial sekarang.
 
Kisah Pemuda yang Menyelinap di Panggung .Feast dan The Panturas
.Feast dan Iga Massardi (Foto: Dok. Soundstream)
 
.Feast mengawali aksi panggung dengan lagu Di Padang Lumpuh menampilkan nuansa hitam dan putih. Dilanjutkan Tarian Penghancur Raya menghadirkan Natasha Udu, lalu berduet dengan Rian Ekky Pradipta di Dalam Hitungan.
 
Pada kolaborasi ini, Rian mencoba meleburkan vokalnya bersama .Feast. Meski berduet, tak ada interaksi selain hanya sebagai kolaborator. Layar monokrom terakhir dari .Feast ditutup singel Luar Jaringan bersama permainan gitar Iga Massardi.
 
Setelah 20 menit disajikan empat singel dari .Feast, giliran The Panturas yang perlahan mengganti nuansa layar tampak berwarna mengantar cerita band asal Jatinangor tentang album Mabuk Laut.
 
Kisah Pemuda yang Menyelinap di Panggung .Feast dan The Panturas
The Panturas (Dok. Soundstream)
 
"Album Mabuk Laut itu sebenarnya dokumentasi dari lagu-lagu yang sudah Panturas buat dari 2016 sampai 2018, karena belum punya album, jadi kita satuin aja tuh di album ini, album ini juga jadi penanda keberadaan Panturas dan sudah berhasil membawa Panturas ke berbagai panggung yang tidak pernah kita duga sebelumnya," ujar seorang pria.
 
The Panturas memulai dengan hentakan lagu Gurita Kota, dilanjutkan Pergi Tanpa Pesan, lalu Arabian Playboy menghadirkan Oscar Lolang. Begitu cepat berlalu, The Panturas membawakan lagu Sunshine menutup aksi panggung tunggal.
 
Angka jarum jam menunjukkan pukul 21.35 WIB, akhirnya .Feast dan The Panturas berbagi panggung membawakan Gelora, singel duet mereka yang dilepas pada 2019.
 
Singel Gelora dari .Feast dan The Panturas resmi menutup episode atau babak ketiga dari seri pertama Soundstream.
 


 
(ELG)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif