Sesi foto bersama para kurator Go Ahead Challenge “Biar Tapi Jadi Bukti”, dan para pemenang Go Ahead Challenge edisi terdahulu: (kiri ke kanan) Widi Puradiredja, Naufal Abshar, Lucky Kuswandi, Gabriela Elisabet Edawani, Macan Sigit ‘toRa’, Wake Up, Iris!
Sesi foto bersama para kurator Go Ahead Challenge “Biar Tapi Jadi Bukti”, dan para pemenang Go Ahead Challenge edisi terdahulu: (kiri ke kanan) Widi Puradiredja, Naufal Abshar, Lucky Kuswandi, Gabriela Elisabet Edawani, Macan Sigit ‘toRa’, Wake Up, Iris!

GAC jadi Ajang Bertukar Pengalaman di Industri Seni

Hiburan musik indonesia
Agustinus Shindu Alpito • 25 Maret 2019 22:32
Jakarta: Ajang Go Ahead Challenge (GAC) jadi sarana bagi insan kreatif untuk bertukar pengalaman. Hal itu dikemukakan langsung oleh drummer Maliq & D'Essentials, yang sekaligus menjadi kurator program ini.
 
Hal itu dirasakan langsung oleh Widi ketika melakukan sesi rekaman bersama Maliq & D'Essentials di studio Abbey Road, Inggris. Para pemenang GAC turut terbang ke London untuk memperkaya referensi kesenian mereka, termasuk melihat proses rekaman Maliq & D'Essentials secara langsung.
 
“Ada banyak yang bisa saya catat di jurnal pribadi saya. Mengikuti perjalanan band sebesar Maliq & D’Essentials di studio legendaris sekelas Abbey Road Studio dalam pembuatan album terbarunya, dan mengenal karya-karya seni legendaris dan kontemporer dunia bersama Kendra Ahimsa (Ardneks), tentu menjadi pengalaman yang tidak bisa saya lupakan. Tidak berhenti sampai disitu, saya bersama pemenang lainnya Athyo mendapatkan pengalaman untuk tampil membawakan karya saya sendiri di sebuah bar di kota tersebut, dan senangnya pertunjukkan kecil kami mendapatkan respon yang baik dari audiens,” tutur Gabriela Fernandez.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Widi menjelaskan kesempatan ini menjadi ajang transfer informasi yang baik. Para seniman muda menjadi lebih memahami proses berkarya dari para pelaku kreatif yang lebih dulu terjun di industri.
 
“Selama keterlibatan saya sebagai kurator maupun mentor di Go Ahead Challenge, saya bisa mengatakan bahwa kompetisi ini dapat menjadi sebuah ‘pintu kemana saja’ bagi mereka yang ingin menekuni bidang seni kreatif. Apalagi mereka yang selama ini diragukan atau bahkan meragukan diri mereka sendiri untuk bisa berani berkarya. Program ini mampu memberikan kesempatan untuk belajar dan berproses serta memperluas network,” kata Widi.
 
Selain Widi, ajang kompetisi di bidang seni-kreatif ini juga melibatkan sutradara Lucky Kuswandi dan seniman Naufal Abshar sebagai kurator.
 
Selain Gabriela, seniman visual Athyo turut mendapat kesempatan terbang ke London dan melihat secara langsung proses rekaman Maliq & D'Essentials.
 
Ajang tahunan GAC pada tahun sebelumnya berhasil menerbangkan grup musik Wake Up, Iris! ke Amerika Serikat untuk berpartisipasi langsung dalam festival seni dan teknologi, South by Southwest (SXSW).
 


 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif