Konser ini menjadi momen langka bagi para penggemar untuk menyaksikan The Trees & The Wild dalam format pertunjukan yang lebih intim, menghadirkan pengalaman musikal yang dekat dan personal.
Terbentuk pada 2005, The Trees & The Wild dikenal sebagai salah satu band alternatif paling berpengaruh di Indonesia. Mereka membangun reputasi lewat lirik yang puitis dan reflektif, serta lanskap musikal yang luas dan melampaui sekat genre.
Dalam perjalanannya, grup ini konsisten mengeksplorasi berbagai warna musik mulai dari indie rock, post-rock, folk hingga sentuhan eksperimental, tanpa meninggalkan karakter emosional yang menjadi identitas mereka.
Album Zaman, Zaman (2016) menjadi salah satu tonggak penting dalam diskografi mereka. Memuat lagu seperti "Empati Tamako", album tersebut mendapat apresiasi luas dari pendengar dan kritikus karena kekuatan emosi yang ditawarkan.
Aransemen yang dinamis, dari bagian yang hening hingga klimaks yang intens, menjadikan karya tersebut sebagai salah satu rilisan penting di skena musik independen Indonesia. Kekuatan musikal itu turut tercermin dalam penampilan panggung mereka.
Kekuatan musikal itu juga tercermin dalam setiap aksi panggung mereka. Konser The Trees & The Wild dikenal menghadirkan suasana reflektif sekaligus katarsis, menciptakan ruang perjumpaan antara band dan penonton dalam pengalaman musikal yang mendalam.
Setelah penampilan yang dinantikan di Synchronize Fest pada Oktober 2025, The Trees & The Wild kini bersiap kembali ke Singapura pada April 2026. Penampilan ini sekaligus menandai kembalinya mereka ke Negeri Singa setelah lebih dari satu dekade sejak tampil di Baybeats dan Mosaic Music Festival di Esplanade.
Konser dalam rangkaian Pesta Raya 2026 ini diharapkan menjadi ajang temu bagi penggemar lama maupun pendengar baru untuk kembali menyelami kedalaman musikal salah satu unit alternatif terkemuka dari Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News