"Kami main di sesi terakhir. Sekitar pukul 22.45. Semua lancar dan tidak ada kendala yang berarti sama sekali. Kami juga merasa senang karena penampilan kami disambut baik oleh para penonton," ujar Rizal Abdulhadi, salah satu personel Rhythm Rebels dalam keterangan tertulisnya.
Rhythm Rebels merupakan duo yang terdiri dari Rizal Abdulhadi dan Reza Achman yang memainkan alat musik tradiosinal. Rizal Abdulhadi memainkan Awi Go’ong dan One string Bamboo Bass, sedangkan Reza Achman membalut drumnya dengan sentuhan bambu.
Duo yang sedang tidak bosan-bosannya mencoba berbagai panggung ini terbilang cukup unik dan atraktif. Selain alat musik yang dimainkan terbilang khas seperti berbagai instrumen berbahan bambu yang dibuat para personelnya sendiri, Rhythm Rebels sudah meroket ke panggung-panggung besar festival di berbagai belahan dunia.

Rhythm Rebels (Foto: dok. Yulinar Rusman)
Menurut Antida Music Productions selaku produser sekaligus manajemen Rhythm Rebels, seorang musisi seharusnya memang fokus berkarya. Perihal pencarian panggung, skema besar, dan target market, itu sebaiknya pihak manajemen yang memikirkan.
"Musisi perlu mengasah terus dan fokus kepada karya mereka. Perihal lain-lain, manajemen yang memikirkannya. Melihat sambutan yang antusias di Java Jazz Festival, membuat kami semakin yakin dan optimis untuk memasarkan Rhythm Rebels ke ranah musik yang lebih luas," ucap Anom Darsana, Produser sekaligus Management Rhythm Rebels.
Tahun ini, Antida Music Productions berencana membawa Rhythm Rebels terbang ke Tiongkok untuk tur, dan ke Rusia mengikuti Wild Mint Festival yang merupakan sebuah festival besar di Rusia.
"Semoga hal ini bisa menjadi pemantik bagi musisi-musisi yang lain untuk semakin berkarya dan berjaya di dunia musik Indonesia dan dunia," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News