Jumpa pers soundtrack Tiga Dara (Foto: Metrotvnews/Shindu)
Jumpa pers soundtrack Tiga Dara (Foto: Metrotvnews/Shindu)

Soundtrack Film Tiga Dara, Potret Identitas Musik Pop Indonesia

Agustinus Shindu Alpito • 11 Agustus 2016 19:45
medcom.id, Jakarta: Film Tiga Dara besutan Usmar Ismail yang dirilis pada 1956 menjadi tonggak penting dalam sejarah budaya pop di Indonesia.
 
60 tahun sejak dirilisnya Tiga Dara, SA Films menayangkan kembali hasil restorasi film itu. Sayangnya, master asli dari lagu-lagu dalam film Tiga Dara sejauh ini belum ditemukan. Akhirnya, SA Films bersama Kalyana Shira Films dan Demajors merilis ulang lagu-lagu dalam soundtrack Tiga Dara dengan aransemen dan penyanyi yang baru.
 
Hasilnya, sepuluh lagu soundtrack Tiga Dara dibawakan dan diaransemen kembali oleh Indra Perkasa, Mondo Gascaro, Bonita, Aimee Saras, Aprilia Apsari, Anda Perdana, Monita Tahalea, Indra Aziz, dan Danilla Riyadi.

Tak berhenti sampai disitu, pada Kamis (11/8/2016) diselenggarakan Konser 60 Tahun Tiga Dara, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Konser itu digelar bertepatan dengan perilisan kembali Tiga Dara di bioskop.
 
"(Tiga Dara) Catatan budaya pop terbesar di zamannya. Festival Film Indonesia kedua itu tahun 1960, tahun itu juga petama ada kategori best music, yang menang Saiful Bahri atas film Tiga Dara," kata Alex Sihar, Eksekutif Produser SA Films, dalam jumpa pers di Taman Ismail Marzuki, Kamis (11/8/2016).
 
Proses produksi album aransemen ulang ini terbilang singkat, total memakan waktu kurang dari tiga bulan. Indra Perkasa, pemimpin orkes pengiring Gadgadasvara, yang mengisi bagian musik album Tiga Dara versi aransemen ulang ini melakukan metode rekaman langsung dengan melibatkan 17 pemain orkestra.
 
Dari segi musikalitas, pengamat musik David Tarigan yang dalam proyek ini menjabat sebagai A&R (Artists & Repertoire), mengakui bahwa lagu-lagu dalam film Tiga Dara memiliki karakter kuat yang menggambarkan musik pop Indonesia era orde lama.
 
"Menurut saya pribadi, alasan film ini menjadi populer, karena ini film bagus, menghibur, dan penuh kualitas. Bisa dibilang juga merepresentasikan zaman itu. Pengaruh Melayu kental, tetapi roots-nya tetap di Indonesia. Itu enggak gampang, itu di era Soekarno yang enggak bisa straight forward mengadopsi budaya Barat," kata David.
 
Film Tiga Dara juga mendapat apresiasi internasional, pada tahun 1959 film ini diputar di festival film Venesia. Album aransemen ulang soundtrack Tiga Dara juga sudah beredar di pasar.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA