Dua drummer senior, Fajar Satritama dan Andyan Gorust, menjadi saksi langsung munculnya talenta-talenta baru tersebut. Keduanya dipercaya menjadi juri bersama Yose Kristian dari Marjinal dalam kompetisi yang mempertemukan drummer dari berbagai daerah di Indonesia.
Fajar yang dikenal sebagai drummer Edane dan God Bless mengaku terkesan dengan kemampuan para peserta. Menurut dia, banyak drummer muda yang tidak hanya memiliki kemampuan teknik, tetapi juga mampu menunjukkan karakter permainan masing-masing.
"Banyak banget yang masih muda-muda dan jago-jago. Tapi dalam festival ini yang dinilai itu gimana mereka bisa nge-groove, bisa hadirin groove yang enak. Terus akurasi tempo dan teknik. Tapi yang terpenting itu keunikannya," kata Fajar Satritama di Jakarta.
Hal serupa menjadi perhatian Andyan Gorust. Drummer Hellcrust tersebut turut melihat langsung bagaimana peserta dari berbagai latar belakang musik membawa karakter masing-masing ketika tampil di hadapan juri.
Baca Juga :
Edane Buka Peluang Kolaborasi Lintas Genre
Kehadiran Fajar dan Gorust sebagai juri sekaligus memperlihatkan bagaimana musisi senior dapat mengambil peran dalam proses regenerasi drummer Indonesia. Pengalaman mereka menjadi bagian dari proses menilai kemampuan peserta, mulai dari groove, tempo, teknik, musikalitas, hingga karakter permainan.
PDP Groove Attack 2026 akhirnya menetapkan Gheva Satria Aji Pratama asal Semarang sebagai juara pertama. Gheva berhasil menjadi yang terbaik setelah melewati persaingan dengan 64 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Perjalanan kompetisi berlangsung melalui beberapa tahapan, mulai dari babak penyisihan hingga final yang digelar secara luring. Para finalis kemudian berhadapan dengan penilaian tiga juri profesional yang memiliki pengalaman dari beragam genre musik.
Selain menghadirkan Fajar Satritama, Andyan Gorust, dan Yose Kristian sebagai juri, PDP Groove Attack juga mendapat dukungan dari sejumlah drummer internasional. Keterlibatan musisi dunia tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses talenta drummer Indonesia ke lingkungan musik yang lebih luas.
"Sebenarnya kalau untuk kami dan tim kami, kami sudah melakukan kompetisi online alat musik ini dari tahun 2014, tapi dengan nama yang berbeda. Tapi untuk PDP, ini adalah yang pertama kali," ujar Patricia Dharmawan, Senior General Manager Product-Sales and Marketing PT Sonido Musica Indonesia.
Kompetisi ini tidak hanya menjadi ruang bagi drummer untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun komunitas musik dan meningkatkan minat generasi muda terhadap alat musik drum.
"Kami juga merasa ada tanggung jawab untuk membangun komunitas bermusiknya, ya. Karena itu saling terkait." katanya.
Patricia mengatakan kompetisi tersebut juga membuka kesempatan bagi drummer berbakat Indonesia untuk mendapatkan pengenalan yang lebih luas. Dukungan sejumlah nama besar dalam industri drum dunia menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut.
"Kami ingin supaya drummer-drummer berbakat di Indonesia ini bisa kami perkenalkan ke ekosistem musik internasional. Makanya kalau diperhatikan, di PDP Groove Attack kami ini ada dukungan dari artis internasional seperti Thomas Lang, Virgil Donati, Matt Garstka, dan founder dari DW yaitu Don Lombardi. Maka kami cukup percaya diri mengklaim bahwa kompetisi drum kami ini termasuk salah satu yang lumayan prestisius di Indonesia," katanya.
Di bawah Gheva, posisi juara kedua ditempati Justin Dennis Susanto asal Yogyakarta. Dia membawa pulang snare drum PDP Concept Maple sebagai hadiah. Sementara itu, Melkior Bhre Kenisah dari Semarang berada di posisi ketiga dan mendapatkan PDP Concept Series Double Pedal.
Kategori juara harapan juga diisi talenta dari berbagai daerah. Hansel Ezekiel Susanto asal Semarang menjadi juara harapan satu, sedangkan Axl Antares dari Kalimantan Barat menempati posisi juara harapan dua.
"Kompetisi ini bukan sekadar kecepatan, melainkan tentang bagaimana seorang drummer mampu membawa groove, menunjukkan musikalitas, memiliki karakter permainan, serta memberikan performance yang membuat orang ingin terus mendengarkan," ujar Patricia Dharmawan.