Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh pihak band melalui unggahan di akun Instagram resmi mereka pada Minggu, 10 Mei 2026.
“Drummer kami, @s.piyawutt, untuk sementara waktu memutuskan menjalani kehidupan sebagai biksu. Kami ingin menyampaikan ucapan selamat sekaligus doa terbaik untuk Es dan keluarganya,” tulis Whispers dalam pernyataan resmi mereka di Instagram.
Mengenal Tradisi "Buat Nak" di Thailand
Keputusan S. Piyawutt bukanlah hal yang asing dalam budaya Thailand. Praktik penahbisan sementara ini dikenal dengan istilah “Buat Nak”. Dalam tradisi Buddhisme Theravada, setiap pria di Thailand umumnya melakukan praktik ini setidaknya sekali seumur hidup sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua dan pelatihan disiplin spiritual.Selama masa penahbisan yang berlangsung mulai dari hitungan hari hingga beberapa bulan, pria tersebut akan tinggal di biara, mencukur rambut serta alis, dan mematuhi aturan ketat untuk mendalami meditasi serta ajaran agama.
Profil Whispers
Bagi penikmat musik hardcore, nama Whispers tentu sudah tidak asing. Berbasis di Bangkok, band yang digawangi oleh Mike Chaiburi (vokal), Ole Suwan (gitar), Piyawut Thongprakob (gitar), Nitisart Chaiburi (bass), dan S. Piyawutt (drum) ini mengusung spirit “Bangkok Evilcore”.Whispers mulai mencuri perhatian dunia lewat debut EP Narok Bon Din pada tahun 2021. Kini, nama mereka semakin melambung di skena hardcore global berkat perilisan album penuh bertajuk Yom-Ma-Lok di bawah naungan label bergengsi asal Baltimore, Amerika Serikat, yaitu Flatspot Records.
Keberhasilan Whispers menembus label Flatspot Records menempatkan mereka di jajaran yang sama dengan band hardcore besar dunia saat ini seperti SPEED, Regulate, Terror, hingga Trapped Under Ice.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News