The 1st International Jatiluhur Jazz Festival 2019 akan diselenggarakan di Pelabuhan Biru, kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, pada Sabtu, 30 November dan Minggu, 1 Desember (Foto:Dok)
The 1st International Jatiluhur Jazz Festival 2019 akan diselenggarakan di Pelabuhan Biru, kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, pada Sabtu, 30 November dan Minggu, 1 Desember (Foto:Dok)

The 1st International Jatiluhur Jazz Festival 2019 Suguhkan Indahnya Waduk Jatiluhur

Hiburan festival jazz
M Studio • 27 November 2019 13:28
Purwakarta:Memadukan antara keindahan pemandangan Waduk Jatiluhur dan budaya, Jasa Tirta II didukung Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menggelar The 1st International Jatiluhur Jazz Festival 2019.
 
Mengambil lokasi diPelabuhan Biru, kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat,The 1st International Jatiluhur Jazz Festival 2019 akan berlangsung pada Sabtu, 30 November dan Minggu, 1 Desember.
 
Festival itu merupakan kolaborasi beberapa genre musik tapi wajib dengan sentuhan jazz. Rencananya, hajatan itu menampilkan artis serta musisi nasional dan mancanegara. Termasuk sejumlah grup musik dari Jawa Barat, terutama Kabupaten Purwakarta.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Festival jazz ini diadakan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara, sekaligus memberikan sarana ekspresi budaya melalui musik jazz dan etnik, serta sarana hiburan bagi masyarakat,” kata Direktur Utama Jasa Tirta II U Saefudin Noer selaku penyelenggara The 1st International Jatiluhur Jazz Festival 2019.
 
International Jatiluhur Jazz Festival 2019 pada tahun pertama ini mengangkat tema besar bernuansa lingkungan, yakni Green, Water, and Life. Ini menjadi semangat kampanye dalam menjaga lingkungan dan air bagi kelangsungan kehidupan.
 
“Kita semua sudah bekerja keras menata dan menjaga kebersihan Waduk Jatiluhur agar manfaatnya dapat terus dinikmati. Tak lupa, kami mengajak dan melibatkan masyarakat ikut serta dalam menjaga kebersihan waduk ini,” ujar Saefudin Noer.
 
Selain meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara, pihaknya juga ingin memberikan sarana ekspresi budaya melalui musik jazz dan etnik.
 
The 1st International Jatiluhur Jazz Festival 2019 menjadi bagian dari program unggulan untuk mempromosikan pariwisata Jawa Barat, khususnya Kabupaten Purwakarta.
 
Kali ini upaya itu diwujudkan melalui music tourism sekaligus sarana memperkukuh kepedulian terhadap lingkungan. BUMN untuk negeri Adapun pemilihan Waduk Jatiluhur karena keberhasilan Jasa Tirta II selaku BUMN pengelola sumber daya alam dalam membersihkan badan air sungai Citarum dengan program padat karya bersama masyarakat.
 
Pihaknya juga ingin memperkuat ekonomi masyarakat setempat melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah, UMKM, pelaku ekonomi lokal dan kreatif, para seniman dan budayawan lokal, nasional, serta mancanegara. Hal tersebut tak lain untuk mewujudkan bakti BUMN untuk negeri dan mitra dalam memberdayakan ekonomi masyarakat.
 
“Ini merupakan sesuatu yang unik dan inovasi yang maksimal untuk memperlihatkan potensi yang ada di Jatiluhur. Karena itu kami dukung karena ini punya nilai yang positif,” ujar Kabag Humas Kementerian BUMN, Ferry Andrianto.
 
Sejumlah musisi jazz dari Indonesia dan mancanegara dipastikan hadir pada International Jatiluhur Jazz Festival 2019. Sebut saja, Dwiki Dharmawan World Peace Project feat Steve Thornton, Kamal Musallam dan Wizzy, Syaharani & Queenfireworks, dan Java Jive. Lantas Mus Mujiono, Krakatau, Ermy Kullit, Indro Hardjodikoro feat Kayla, Farabi Big Band feat Ita Purnamasari, Selaawi Ethnic Ensemble, Imelda Rosalin band, Moccondos40, 57Kustik, Saratuspersen Band, Uban Project, dan lainnya. Ada pula sederet penyanyi kenamaan dari genre lain, seperti Marcell, Zaskia Gotik, dan Via Vallen.
 
“Para artis dan musisi ini akan menjadikan Jatiluhur sebagai tempat menampilkan karya musik terbaru. Jatiluhur Jazz Festival akan menyuguhkan musik jazz dari straight ahead sampai funk. Tentu hal tersebut tak lupa memberikan ruang bagi ekspresi musik berbasis tradisional,” kata Direktur Artistik The 1st International Jatiluhur Jazz Festival 2019, Dwiki Dharmawan.
 
Untuk menikmati alunan musik merdu dan syahdu dari festival jazz internasional itu, masyarakat hanya perlu membeli tiket dengan kategori Green, Water, dan Life. Nama tiket tersebut sesuai tema The 1st International Jatiluhur Jazz Festival 2019.
 
Penyelenggara mematok harga tiket Green sebesar Rp125 ribu per hari reguler, Water Rp150 ribu per all event, dan Life khusus pelajar dan mahasiswa dengan harga Rp100 ribu per all event. Tiket bisa diperoleh secara online, melalui Loket. com dan GoTix.
 
Acara dengan sensasi unik itu diprediksi akan memikat banyak pengunjung. Suasana alam nan indah di tepi waduk dengan hamparan pemandangan pegunungan hijau nan megah seolah menyegarkan kembali pandangan mata. Perlu diketahui pula, para penikmat festival jazz yang hadir dapat menyaksikan Morning Glory alias menara pelimpah air termegah di dunia.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif