Bak ragam bunga musim semi, rangakaian delapan lagu yang tertanam dalam album itu menghadirkan warna yang beraneka dalam satu alur cerita. (Foto: Vira Talisa)
Bak ragam bunga musim semi, rangakaian delapan lagu yang tertanam dalam album itu menghadirkan warna yang beraneka dalam satu alur cerita. (Foto: Vira Talisa)

Primavera, Album Perdana Vira Talisa

Hiburan musik
03 Maret 2019 08:16
Jakarta: Vira Talisa akhirnya merilis album pertamanya yang berjudul Primavera. Album berisi delapan lagu ini menjadi kisah tersendiri baginya untuk mengawali musim yang baru.
 
Sukses dengan EP pertamanya pada November 2016 lalu, Vira Talisa yang sebelumnya terkenal dengan cover-nya lewat Soundcloud ini telah berhasil masuk nominasi sebagai pendatang baru terbaik versi AMI award pada 2018. Penghargaan tersebut menjadi tolok ukur solois yang kental dengan pop ala Eropa tersebut.
 
Lewat Album Primavera, Vira menjawab keraguan para pendengarnya dengan merilis album perdana yang ia tulis sendiri. Rilisnya Primavera sendiri yang berarti musim semi pada 1 Maret 2019 ini, mungkin menjadi babak baru di tengah panjangnya musim hujan yang sedang berlanjut di Indonesia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bak ragam bunga musim semi, rangakaian delapan lagu yang tertanam dalam album itu menghadirkan warna yang beraneka dalam satu alur cerita. Anda akan mendengar Vira menyanyikan lagu lirik berbahasa Indonesia dalam 'Janji Wibawa', 'Primavera', 'Bunga', 'Matahari'.
 
Judul pertama yang disebut sebenarnya sudah rilis setahun lalu sebagai sebuah single. Kemudian anda akan diajak kembali para ciri khasnya yang mengenalkan telinga anda dengan lirik berbahasa inggris 'Through the Shades of Paradise', 'Down in Vieux Cannes', 'For the Time Being', dan duet dengan vokal pria pada 'He's Got Me Singing Again'.
 
"Bahasa Inggris emang enak untuk story telling, tapi kosakatanya kurang banyak.” kata Vira pada siaran pers.
 
Dua di antara lagu (Janji Wibawa dan Down in Vieux Cannes) tersebut menjadi pembuka album ini yang diedar per-single. Keseimbangan antara bahasa Inggris dan Indonesia ini membuat pendengar tidak dipaksa untuk melepas karakter suaranya yang terbiasa dengan bahasa asing. Ataupun lirik bahasa asalnya yang mungkin akan menjadi pembuka di album selanjutnya.
 
Secara singkat album yang dipersembahkannya untuk menyambut musim semi, akan terus membawanya kita sebagai pendengar pada sesuatu yang memyenangkan untuk tetap bisa berdansa caca dan nuansa musik pop eropa yang lekat dengan Vira.
 
"Saya inginnya yang dengerin musik ini bakal senang tanpa alasan. Se-simple itu.” kata dara berusia 26 tahun itu.
 
Mardinal Afif
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif