Lomba Karya Musik Anak Komunitas (Foto: kemenparekraf)
Lomba Karya Musik Anak Komunitas (Foto: kemenparekraf)

Helmy Yahya dan Viky Sianipar Jadi Juri Lomba Karya Musik Anak Komunitas

Hiburan helmy yahya Lagu Anak-anak Kemenparekraf
Sunnaholomi Halakrispen • 08 April 2021 20:47
Jakarta: Lomba Karya Musik Anak Komunitas (KAMU AKU) sedang berlangsung. Kegiatan yang diadakan Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini telah melalui penilaian awal, dan kini memasuki tahap penentuan 15 karya terbaik.
 
Penilaian dilakukan oleh sejumlah dewan juri. Di antaranya, musisi Viky Sianipar, musisi Mia Ismi, dan musisi Astrid Lea, musisi sekaligus akademisi Budi Dalton.
 
Etnomusikolog sekaligus Direktur Industri Kreatif Musik, Seni Pertunjukan, dan Penerbitan Kemenparekraf, Mohammad Amin, juga menjadi juri. Selain itu, Helmy Yahya sebagai juri tamu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada lomba tersebut, tercatat sebanyak 419 komunitas yang mendaftar. Setelah dilakukan seleksi administratif, terdapat 260 karya yang berhak untuk diseleksi oleh juri internal, hingga akhirnya terpilih 50 karya. Hari ini, 50 karya tersebut dinilai oleh dewan juri untuk ditentukan 15 karya terbaik.
 
Sebanyak 15 karya terbaik tersebut nantinya akan dipilih kembali menjadi lima finalis. Kelima finalis berhak untuk tampil di panggung spektakuler guna memperebutkan hadiah utama.
 
"Kegiatan ini sejatinya adalah salah satu upaya Kemenparekraf dalam pengembangan komunitas pariwisata dan ekonomi kreatif, yang mengajak komunitas sebagai salah satu unsur pentahelix, dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk terus berkreasi, berinovasi, dan beradaptasi di tengah pandemi covid-19," tutur Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf, Agustini Rahayu dalam siaran pers.
 
"Kali ini programnya adalah semangat berkarya melalui seni musik. Dan terbukti karya-karya yang masuk sangat luar biasa," tambahnya.
 
Ia mengatakan bahwa keragaman budaya, salah satunya musik, menjadi kekuatan Bangsa Indonesia. Setiap daerah pun memiliki kekhasan musik masing-masing, yang merupakan kekuatan daya tarik bagi suatu destinasi.
 
"Karya dari para komunitas ini menjadi bukti otentik akan keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia. Tentunya kami tidak akan berhenti untuk terus menggandeng komunitas dalam membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," paparnya.
 
Di sisi lain, Mohammad Amin selaku Ketua Dewan Juri Lomba KAMU AKU menilai, karya musik peserta menunjukkan besarnya potensi dari komunitas. Mereka mampu memperkaya seni musik Tanah Air dengan memasukkan banyak unsur dalam satu lagu. Namun, perlu diimbangi dengan komposisi yang baik.
 
"Terkadang mereka agak berlebih dan tidak mampu menahan diri dan memasukkan unsur-unsur yang lain. Padahal komposisi membuat lagu adalah persoalan bagaimana membuat sesuatu itu menjadi pas," jelas Amin.
 
"Potensi yang begitu besar ini harus kita ikuti dengan workshop bagi para komunitas ini," ungkapnya.
 

 
 
(ELG)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif