Radiohead (Foto: Instagram @radiohead)
Radiohead (Foto: Instagram @radiohead)

Lagunya Dipakai Tanpa Izin, Radiohead Kecam ICE: Persetan Kalian!

Elang Riki Yanuar • 28 Februari 2026 19:00
Ringkasnya gini..
  • Radiohead kecam Departemen Keamanan Dalam Negeri AS pakai lagu Let Down untuk konten pro-ICE.
  • Lagu Let Down dari album OK Computer dipakai ICE tanpa izin, Radiohead tuntut video dihapus.
  • Usai Olivia Rodrigo dan Sabrina Carpenter, kini Radiohead protes musiknya dipakai ICE tanpa izin.
Jakarta: Band rock asal Inggris Radiohead mengecam penggunaan lagu “Let Down” tanpa izin oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat dalam sebuah unggahan yang mendukung Badan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE). 
 
Lewat pernyataan bersama sebagai band, Radiohead menuntut Departemen Keamanan Dalam Negeri AS untuk menghapus video itu karena telah menyalahgunakan lagu mereka demi konten pro-ICE.
 
“Let Down” versi paduan suara digunakan sebagai lagu latar untuk video di media sosial ICE @icegov yang diunggah pada 19 Februari kemarin. Trek yang muncul dalam album OK Computer (1997) ini mengiringi foto-foto individu yang dianggap telah dirugikan dengan kehadiran imigran. 

Penggalan lirik yang digunakan untuk video tersebut adalah: “You know where you are with/ You know where you are with/ Floor collapses, floating/ Bouncing back/ And one day I am gonna grow wings/ A chemical reaction/ Hysterical and useless.”
Keterangan unggahan ICE menulis bahwa ribuan keluarga Amerika Serikat sudah hancur akibat kekerasan yang dilakukan oleh “alien ilegal”. Mereka mengklaim, banyak warga negara AS yang sudah diperkosa bahkan dibunuh oleh “mereka yang tidak berhak berada di negara kita.”
 
“Inilah yang kita perjuangkan. Inilah alasan kita,” tutup pernyataan ICE.

Respons Radiohead

Radiohead dengan cepat mengecam penggunaan lagu tersebut oleh pihak departemen AS. Melalui pernyataan resmi mereka via NME, band ini menuntut para pengelola akun media sosial ICE untuk menghapus video tersebut.
 
“Gak lucu. Lagu ini sangat berarti buat kita dan orang-orang lain. Kalian gak bisa mengklaimnya tanpa perlawanan,” tulis Radiohead. 
 
Mereka menambahkan, “Persetan kalian.”
 
Lagu “Let Down” menjadi viral di TikTok pada akhir tahun lalu. Vokalis Thom Yorke sempat merasa terkejut karena ia “berjuang sekuat tenaga agar lagu itu tidak masuk ke album”. Setelah gitaris Ed O’Brien mengancam akan pergi dari band jika rekaman itu tidak masuk, Yorke pasrah. 
 
Menurut anak-anak Yorke yang berusia 18 dan 21 tahun, “Let Down” kembali viral karena banyak remaja yang menyukai musik-musik dengan nuansa depresif seperti lagu Radiohead itu. 

Bukan Kali Pertama ICE Menggunakan Lagu Tanpa Izin

Ini bukan kali pertama seorang musisi mengecam penggunaan musik mereka secara tidak sah oleh ICE. Pada November tahun lalu, Olivia Rodrigo menegur organisasi tersebut karena menggunakan penggalan lagu “All-American Bitch” dalam video yang menunjukkan petugas ICE secara paksa menangkap dan menahan orang-orang.
 
“Jangan pernah menggunakan lagu-laguku untuk mempromosikan propaganda rasis dan penuh kebencianmu,” tulis Rodrigo.
 
Sabrina Carpenter juga mengomentari penggunaan lagunya, “Juno”, tanpa izin. Lagu itu mengiringi video ketika petugas ICE menangkap paksa orang-orang yang dianggap imigran ilegal.
 
“Video ini jahat dan menjijikkan. Jangan pernah melibatkan aku atau musikku untuk mendukung agenda tidak manusiawi kalian,” komentar Carpenter.
 
Bruce Springsteen juga menjadi salah satu artis paling vokal terhadap kekerasan ICE. Ia mengizinkan penggunaan lagu “Born In The USA” untuk konten anti-ICE. Tahun ini, Springsteen menulis lagu protes anti-ICE berjudul “Streets Of Minneapolis”.
 
Artis dan selebriti lain yang telah angkat bicara termasuk Lady Gaga, Billie Eilish, Green Day, Neil Young, Moby, Zara Larsson, musisi dan bintang Stranger Things Joe Keery, Duran Duran, Dave Matthews, dan lainnya.
 
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA