Jakarta: Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai fenomena sound horeg tidak hanya menjadi bagian dari hiburan dan ekspresi budaya masyarakat. Aktivitas tersebut juga dinilai memiliki sisi ekonomi kerakyatan.
Namun, Fadli mengingatkan manfaat tersebut harus berjalan beriringan dengan aspek keselamatan. Menurutnya, kegiatan budaya yang melibatkan banyak orang harus tetap menghormati masyarakat sekitar dan tidak menimbulkan korban.
Fadli juga menekankan bahwa penyelenggara tidak boleh lepas tangan terhadap risiko yang muncul selama kegiatan berlangsung.
“Sound horeg itu kan harus tetap panitia bertanggung jawab,” kata Fadli di Jakarta, Selasa, 29 September 2026, dikutip dari Antara.
Tanggung jawab tersebut mencakup keselamatan penonton hingga kru yang terlibat dalam penyelenggaraan acara.
Di sisi lain, Fadli melihat aktivitas sound horeg turut menghadirkan perputaran ekonomi di tengah masyarakat sekaligus menjadi bagian dari perayaan budaya. Kendati demikian, berbagai kritik terhadap penyelenggaraannya tetap perlu dijadikan bahan evaluasi.
“Perlu diadaptasi masukan-masukan atau kritik-kritik,” ujar Fadli.
Sorotan terhadap keselamatan sound horeg menguat setelah sejumlah insiden terjadi di Jawa Timur pada Agustus 2026. Sedikitnya tiga orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden yang berkaitan dengan penyelenggaraan maupun aktivitas sound horeg di Jember, Banyuwangi, dan Jombang.
Di Jember, seorang pria berinisial SN, 29, meninggal setelah kepalanya terbentur gapura ketika berada di atas truk pengangkut perangkat sound horeg. Sementara di Banyuwangi, Bonari, 44, meninggal akibat serangan jantung saat mengikuti karnaval.
Insiden lain terjadi di Jombang. Slamet Timbang, 57, meninggal setelah tertimpa tembok dan kanopi yang ambruk saat berada di sekitar lokasi parade sound horeg.
Fadli pun menilai penyelenggaraan kegiatan budaya tetap dapat berkembang selama memperhatikan keamanan, ketertiban, serta masukan dari masyarakat.
Dengan begitu, aktivitas sound horeg diharapkan tidak hanya memberikan ruang bagi hiburan, budaya, dan kegiatan ekonomi masyarakat, tetapi juga berlangsung secara aman dan bertanggung jawab.
[Annisa Julinah]