Donny Fattah (Foto: Instagram)
Donny Fattah (Foto: Instagram)

Donny Fattah Bassist God Bless Meninggal Dunia

Agustinus Shindu Alpito • 07 Maret 2026 11:48
Ringkasnya gini..
  • Donny Fattah, bassist legendaris sekaligus pendiri band rock God Bless, meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026.
  • Sosok yang lahir di Makassar pada 24 September 1949 itu bukan sekadar pemain bass di sebuah band legendaris.
  • Di usia senja, Donny tetap berusaha tampil bersama band yang ia dirikan lebih dari lima dekade lalu.
Jakarta: Musik rock Indonesia kembali kehilangan salah satu fondasinya. Donny Fattah, bassist legendaris sekaligus pendiri band rock God Bless, meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, setelah puluhan tahun menjadi salah satu penjaga denyut keras musik rock di Indonesia.
 
Berita duka ini dikonfirmasi langsung oleh Denny MR, jurnalis musik senior sekaligus sosok yang selama ini menjadi salah satu tim pendukung God Bless.
 
"Siang, benar (Donny Fattah meninggal). Mohon dimaafkan jika ada kesalahan almarhum," tulis Denny MR dalam pesan instan kepada Medcom.id. Donny Fattah meninggal di Rumah Sakit Fatmawati. 

Sosok yang lahir di Makassar pada 24 September 1949 itu bukan sekadar pemain bass di sebuah band legendaris, melainkan bagian dari generasi perintis yang membantu membangun identitas rock Indonesia sejak awal 1970-an. God Bless sendiri berdiri pada 1973 di Jakarta dan menjadi salah satu kelompok paling berpengaruh dalam sejarah musik populer Tanah Air.
 
Bagi banyak musisi lintas generasi, Donny dikenal sebagai pilar ritme yang memberi fondasi pada suara besar God Bless—band yang sejak awal beranggotakan nama-nama penting seperti Ahmad Albar, Jockie Soerjoprajogo, dan Fuad Hassan. Dalam perjalanan panjangnya, Donny bukan hanya memainkan bass, tetapi juga menjadi bagian dari dinamika kreatif band yang membentuk karakter rock Indonesia lewat lagu-lagu klasik dan konser monumental sejak era 1970-an.
 
Jauh sebelum namanya identik dengan God Bless, Donny sudah menggeluti musik sejak usia belasan tahun. Ia sempat bermain di beberapa grup seperti Harbour Beat dan Fancy Junior pada era 1960-an, masa ketika musik rock Barat mulai memengaruhi skena musik kota-kota besar di Indonesia. Dari periode itulah karakter permainannya terbentuk: agresif, improvisatif, dan penuh energi di atas panggung.
 
Permainan bass Donny bahkan kerap disebut sebagai salah satu yang paling berpengaruh di kawasan ini.
 
Di usia senja, Donny tetap berusaha tampil bersama band yang ia dirikan lebih dari lima dekade lalu. Meski kondisi kesehatannya menurun dan ia harus mengonsumsi banyak obat serta tampil dengan keterbatasan fisik, panggung tetap menjadi bagian penting dalam hidupnya. Bagi Donny, bermain musik bersama God Bless bukan hanya pekerjaan, tetapi juga obat bagi jiwanya.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA