Lebih dari 5 ribu orang hadir untuk menyaksikan penampilan ekslusif pemuda Ambon bernama lengkap Glenn Fredly Deviano Latuihamallo ini.
"Konser ini menggambarkan napak tilas saya selama 20 tahun di dunia musik. Bagaimana saya melewati masa-masa yang tak mudah dalam karier, termasuk perjuangan yang dihadapi di industri musik itu sendiri," ucap Glenn menjelaskan makna konser pada konferensi pers yang digelar, beberapa waktu lalu.
Pada konser ini, Glenn juga ingin menyampaikan pemikiran terhadap kondisi yang tengah dialami bangsa Indonesia.
Sebagai wujud perayaan 20 tahun kiprahnya di industri musik, konser dimulai tepat pukul 20.20 WIB.

Glenn masuk ke pentas dengan sepeda berwarna merah dan beberapa tampilan video yang menyajikan cuplikan lagu beberapa musisi di era 90-an.
Pria 40 tahun ini sejatinya ingin bercerita bahwa musikalitasnya tumbuh bersama generasi 90-an. Perjalanan dengan sepeda menggambarkan bahwa ia masih terus berjalan, menantikan arah yang positif.
Selain tembang cinta dan patah hati seperti Januari, Kisah Romantis, Tega, Terserah, Glenn juga membawakan lagu yang menandai passion barunya di dunia film, dan pemikiran-pemikirannya yang ada di dalam segmen Menanti Arah.
Pada momen ini, Glenn juga mendapat kesempatan melepas kangen bersama grup band pertamanya, Funk Section. Mereka berkolaborasi membawakan Pantai Cinta dan Terpesona.
Glenn sukses menjadi satu-satunya perhatian, semalam. Panggung yang dibuat melingkar dengan konsep 360 stages, berhasil membuat para penonton merasakan kedekatan dengan sang idola.
Pada penghujung acara, lampu meredup. Glenn meminta seluruh penonton menyalakan lampu ponsel dan menyanyikan lagu Kasih Putih bersama-sama.
Tak bisa disembunyikan jika Glenn menangis malam itu, begitu juga beberapa penonton. Glenn Fredly menutup konsernya dengan kenangan manis yang akan selalu diingat penggemar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News