Jika rilisan sebelumnya terasa lebih reflektif dan personal, “Love It or Hate It” hadir dengan sikap yang lebih lugas. Lagu ini berangkat dari pengalaman yang cukup dekat dengan banyak orang: ketika seseorang yang kita kagumi—yang kita kira berada dalam frekuensi pemikiran yang sama—ternyata memiliki sudut pandang berbeda.
Mesa Sinaga, vokalis sekaligus gitaris Holy City Rollers, menjelaskan, “Lagu ini tentang melihat idol lo dalam some sense, tapi ternyata perspektifnya beda sama lo. Tapi nggak apa-apa. Love it or hate it.” Alih-alih memandang perbedaan sebagai sesuatu yang harus diperdebatkan, Holy City Rollers melihatnya sebagai bagian dari proses kedewasaan. Ada penerimaan di dalamnya—bahwa tidak semua hal harus dipaksakan untuk selaras.
Secara visual, single ini dilengkapi dengan artwork yang dikerjakan oleh Angela Judiyanto. Dari sisi produksi, “Love It or Hate It” diproduseri langsung oleh Holy City Rollers bersama Franki Indrasmoro (Pepeng).

(Artwork karya Angela Judiyanto)
Lagu berdurasi 3 menit 29 detik ini resmi dirilis pada 5 Maret 2026 dan telah tersedia di berbagai platform streaming digital. Video musiknya juga dijadwalkan tayang dalam waktu dekat melalui kanal YouTube resmi Holy City Rollers.
Lahir dari skena side stream pertengahan 2000-an, Holy City Rollers dikenal lewat racikan rock alternatif yang melodis dan enerjik. Nama mereka kerap muncul dalam arus musik independen Jakarta dan berbagai kota lainnya, terutama setelah merilis album debut First Chapter of Allordia (2007) yang mendapat apresiasi luas dan menjadi penanda penting bagi generasinya.
Kini, hampir dua dekade setelah debut tersebut, Holy City Rollers kembali melangkah maju. Mereka tengah menyiapkan album penuh kedua bertajuk Mystery of Sound, yang dijadwalkan rilis pada pertengahan 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News