Menjawab pertanyaan sederhana apa kiat mereka tetap bermusik, Steve Lukather sedikit berkelakar.
"Untuk bercerai," jawabnya dalam wawancara eksklusif di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat, 1 Maret 2019.
"Kami teman lama, teman sejak kecil. Kami suka bermain musik dan kami adalah musisi," sambung Steve Lukather.
"Tidak ada istilah orang tua ketika Anda bermain musik," timpal Steve Porcaro.
Dalam proses kreatif bermusik, mereka berembuk untuk menemukan ide menggarap musik.
"Kami harus bersama-sama dalam sebuah ruangan," jawab Joseph Williams.
Proses kreatif itu menjadi hal terbesar dalam hidup grup musik Toto. Mereka bahkan harus membuat sesuatu sebelum keluar dari ruangan.
"Kami tidak pernah keluar dari ruangan tanpa menciptakan sesuatu," timpal Steve Lukhater.
Steve Porcaro menjelaskan, proses itu berbeda setiap kali mereka bertemu. Tergantung situasi saat itu ketika mereka akan menggarap lagu.
Terlepas dari label mereka yang adalah band legendaris, Toto terbuka untuk berkolaborasi dengan siapa saja.
"Kami selalu terbuka untuk kolaborasi," pungkas Steve Porcaro.
Toto adalah band rock asal Los Angeles, Amerika Serikat. Terbentuk sejak 1977, grup musik ini tak lepas dari pergantian personel.
Saat ini Toto tengah menjalani tur konser bertajuk 40 Trips Around the Sun Tour untuk merayakan hari jadi yang ke-40 tahun. Kedatangan mereka ke Indonesia untuk kali pertama disambut melalui panggung Java Jazz Festival 2019. Toto dijadwalkan tampil pada hari ketiga, Minggu, 3 Maret sebagai penampil utama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News