Melalui unggahan terbaru di Instagram pribadinya, Prilly membagikan sejumlah potret kebersamaan mereka selama berada di Negeri Sakura. Tanpa agenda perjalanan yang direncanakan, keduanya justru menikmati liburan dengan cara sederhana dan spontan.
"Dalam rangka menebus kado ulang tahun ticket kemana saja! No itinerary, drop koper di locker, jalan entah ke mana. Kadang liburan terbaik justru yang gak direncanain," tulis Prilly Latuconsina di Instagram pada Minggu, 28 Desember 2025.
Aktris berusia 29 tahun itu terlihat menikmati berbagai aktivitas bersama Omara, mulai dari berjalan-jalan di kawasan ikonik Shibuya Crossing hingga menghabiskan waktu di Tokyo DisneySea.
Salah satu momen yang paling berkesan bagi Prilly adalah ketika Omara mengajaknya bertemu karakter Rapunzel di DisneySea, impian masa kecil yang akhirnya terwujud meski harus menghadapi udara dingin musim dingin dan antrean panjang yang mengular.
"Prilly kecil lagi kegirangan akhirnya bisa sampai Disney Sea diumur 29 tahun ini," ungkap Prilly bahagia.
Ia pun tak ragu mengungkapkan rasa bahagia dan syukurnya kepada sang kekasih. Prilly menyebut Omara sebagai sosok yang hangat dan penuh perhatian, serta berterima kasih karena telah mewujudkan impian yang selama ini ia simpan.
"Terima kasih kepada pria paling tampan, lembut, dan baik hati @omara.esteghlal. Aku sangat beruntung bisa menyebutmu sebagai pacarku. Mewujudkan mimpi masa kecilku adalah sesuatu yang akan selalu kusimpan di hatiku selamanya," lanjutnya.
Tak hanya menikmati liburan, Prilly dan Omara juga memilih merayakan malam pergantian tahun baru 2026 dengan cara yang berbeda. Keduanya memilih menyambut tahun baru di Kuil Zojoji, Tokyo, yang memberikan pengalaman tenang dan khidmat bagi mereka.

"Tahun baru kali ini rasanya berbeda. Untuk pertama kalinya, kami merayakan tahun baru di Jepang. Tanpa kembang api, tanpa hitung mundur yang riuh," tulisnya di Instagram pada Kamis, 1 Januari 2025.
Ia menggambarkan suasana malam tahun baru di Jepang yang dipenuhi ketertiban dan keheningan, saat orang-orang berjalan menuju kuil untuk berdoa dan menuliskan harapan. Prilly dan Omara pun ikut menjalani tradisi menuliskan doa di papan kayu kecil atau ema, lalu menggantungkannya di area kuil.

"Kami ikut menuliskan harapan di kayu kecil ini, lalu menggantungkannya, seolah menitipkan isi hati dengan tenang," lanjutnya.
Menutup rangkaian cerita momen liburan akhir tahun di Negeri Sakura Jepang, Prilly dan Omara pun kini menyadari bahwa esensi pergantian tahun bukan terletak pada kemeriahan perayaan, melainkan kesiapan diri untuk memulai lembaran baru di tahun baru.
"Tahun baru kali ini mengajarkanku satu hal: yang paling penting bukan suara perayaannya, tapi kesiapan batin untuk memulai lagi. Dengan harapan yang lebih jujur dan hati yang lebih tenang. Semoga kita semua memulai dengan versi diri yang lebih utuh," tutup Prilly Latuconsina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News