Pilihan Lokasi Penuh Kenangan
Vogue melaporkan bahwa Ejae dan Samuel Kim menggelar upacara pernikahan di Stage 28, Seoul, Korea Selatan. Lokasi ini dipilih karena memiliki kenangan dalam sejarah keluarga Ejae.
"Kakek dan nenek saya dahulu tinggal di rumah yang kini menjadi area tersebut saat saya masih kecil," ungkap Ejae, dikutip dari Vogue, pada Selasa, 20 Oktober 2026.
"Saya menghabiskan masa kecil menjelajahi kebun dan berjalan-jalan bersama kakek di perbukitan belakang rumah,” lanjutnya.
Sentuhan Tradisi Korea
Meski lama tinggal di Amerika Serikat, Ejae dan Samuel Kim tetap memasukkan upacara tradisional Korea ke dalam rangkaian pernikahan mereka, yakni Upacara Pyebaek.
Upcara Pyebaek adalah tradisi yang dilakukan pengantin baru sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua serta keluarga besar dengan mengenakan pakaian tradisional hanbok.
"Menyelipkan upacara pernikahan tradisional Korea ke dalam rangkaian akhir pekan pernikahan kami terasa sangat berkesan bagi kami dan keluarga,” ujar Ejae.
Awal Mula Pertemuan
Perjalanan cinta Ejae dan Samuel Kim bermula dari sebuah kolaborasi musik pada Mei 2017. Seorang teman mempertemukan mereka untuk sesi penulisan lagu di studio pribadi Sam.
Dari pertemuan tersebut, keduanya dengan cepat menemukan kecocokan satu sama lain. Ejae mengaku cocok dengan Samuel Kim karena mereka sama-sama menyukai anime dan memiliki selera musik yang serupa.
Hubungan kerja itu pun perlahan berubah menjadi benih-benih cinta ketika Sam akhirnya memberanikan diri mengungkapkan perasaannya. Perasaan ini disampaikan setelah mereka menonton pertunjukan musik bersama.
"Sejak saat itu, kami resmi berpacaran,” tutur Ejae.
Momen Lamaran Sentimental
Selama delapan tahun menjalin hubungan, Ejae dan Sam saling mendampingi dalam membangun karier dan menetap bersama di Brooklyn, New York. Puncak dari perjalanan panjang itu terjadi pada 1 Juni 2025, ketika Sam melamar Ejae dengan cara yang sentimental.
Meski Ejae sempat mencium rencana tersebut seminggu sebelumnya, Sam tetap berhasil menciptakan momen berkesan dengan membawanya ke taman tempat mereka biasa berjalan-jalan bersama mendiang anjing peliharaan mereka.
"Saat melewati tikungan, teman-teman kami ternyata sudah menyiapkan piknik lengkap dengan foto-foto kami dan anjing kami yang dipajang di sekeliling,” kenang Ejae.