Melalui unggahan di akun X pribadinya, dr. Tirta turut mengungkapkan belasungkawa atas peristiwa tragis yang terjadi di jam padat aktivitas masyarakat tersebut.
"Turut berduka atas kejadian kecelakaan kereta di stasiun Bekasi," tulis dr. Tirta.
Ia juga menyoroti situasi kecelakaan yang terjadi saat waktu pulang kerja, ketika kondisi penumpang tengah membludak. Terlebih, salah satu gerbong yang terdampak dilaporkan merupakan gerbong khusus perempuan.
"Serem banget jujur mana itu pas padat penumpang balik kerja," lanjutnya.
Dr. Tirta pun berharap proses evakuasi berjalan lancar dan investigasi dapat segera dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.
"Semoga setelah korban dan kereta dievakuasi, investigasi segera keluar," tutup dr. Tirta.
Melansir laporan dari Metrotvnews.com pada Selasa pagi, 28 April 2026, jumlah korban meninggal dunia dalam insiden tabrakan antara Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek tersebut bertambah menjadi tujuh orang, sementara 71 penumpang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Dampak dari kecelakaan ini juga memengaruhi operasional perjalanan kereta. Pihak KAI Commuter melalui Daop 1 Jakarta mengumumkan bahwa layanan Commuter Line dari dan menuju Stasiun Bekasi Timur serta Stasiun Cikarang untuk sementara dinonaktifkan.
Selain itu, tercatat sebanyak sembilan perjalanan kereta api terdampak, dengan sejumlah layanan dibatalkan, baik dari maupun menuju wilayah Daop 6 Yogyakarta.
Baca Juga :
Catat! Nomor Darurat dan Posko Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, hingga Cara Ambil Barang Hilang
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News