Tepe Disorot Usai Podcast Raditya Dika (Foto: @wiseman.brand)
Tepe Disorot Usai Podcast Raditya Dika (Foto: @wiseman.brand)

Tepe Disorot Usai Podcast Raditya Dika, Reza Arap Singgung “Star Syndrome”

Agustinus Shindu Alpito • 06 Oktober 2026 15:35
Ringkasnya gini..
  • Kreator konten Teguh Prakoso alias Tepe tengah menjadi sorotan setelah penampilannya dalam podcast Raditya Dika menuai kritik dari warganet.
  • Polemik yang berkembang di media sosial kemudian mendapat perhatian dari Reza Arap.
  • Komentar Reza mengenai “star syndrome” kemudian ikut memperpanjang pembahasan mengenai sikap Tepe.

Jakarta: Kreator konten Teguh Prakoso alias Tepe tengah menjadi sorotan setelah penampilannya dalam podcast Raditya Dika menuai kritik dari warganet. Sejumlah sikap Tepe selama berbincang dan menikmati hidangan omakase dinilai kurang tepat hingga memicu perdebatan di media sosial.

Sorotan tersebut kemudian melebar setelah Reza Arap ikut memberikan komentar mengenai polemik yang melibatkan Tepe dan rekannya, DJ Bravy. Melalui media sosial X, Reza menyinggung soal “star syndrome”, yang kemudian ramai dikaitkan warganet dengan Tepe.

Dalam unggahannya, Reza menuliskan komentar bernada keras mengenai dua persoalan yang sedang menjadi perhatian publik.

“Yang 1 joke tongkrongan dibawa ke publik. Yang 1 star syndrome rata kanan,” tulis Reza Arap.

Meski dalam unggahan yang beredar kalimat tersebut tidak menjelaskan secara panjang siapa yang dimaksud, komentar Reza kemudian dikaitkan dengan Tepe karena muncul bersamaan dengan polemik yang sedang menyorot anggota AAA Clan tersebut. Sejumlah pemberitaan juga mengidentifikasi bagian “star syndrome” sebagai sindiran terhadap Tepe.

Sikap Tepe di Podcast Raditya Dika Jadi Sorotan

Sebelumnya, Tepe menjadi bintang tamu dalam konten makan omakase bersama Raditya Dika. Namun, bukan hanya obrolan keduanya yang menjadi perhatian.

Tepe mendapat kritik karena datang terlambat ke lokasi. Dalam penjelasannya, Tepe mengaku terjadi miskomunikasi mengenai jadwal karena dirinya salah mencatat waktu syuting. Raditya sebelumnya menyebut pertemuan mereka dijadwalkan pukul 17.30 WIB, sementara Tepe mengira acara dimulai pukul 18.00 WIB.
 

Selain persoalan keterlambatan, interaksi Tepe dengan chef yang menyiapkan hidangan juga ramai dibahas. Salah satu momen yang menjadi sorotan terjadi ketika Tepe memberikan komentar mengenai hidangan dan terlibat perdebatan dengan chef terkait penyebutan serta penjelasan makanan.

Potongan video tersebut kemudian beredar di media sosial. Sejumlah warganet menilai cara Tepe merespons chef kurang menghargai orang yang sedang melayaninya, terlebih dalam konteks dirinya datang sebagai tamu undangan.

Kritik pun tidak hanya menyasar keterlambatan, tetapi juga dianggap berkaitan dengan etika dan cara berkomunikasi Tepe selama berada di podcast tersebut.

Reza Arap Ikut Buka Suara

Polemik yang berkembang di media sosial kemudian mendapat perhatian dari Reza Arap. Ia diketahui dekat dengan Tepe dan DJ Bravy yang sama-sama berada dalam lingkaran AAA Clan.

Reza memberikan respons terhadap dua persoalan berbeda yang sedang ramai. Untuk persoalan Bravy, ia menyinggung mengenai candaan yang biasa terjadi di lingkungan tongkrongan tetapi kemudian dibawa ke ruang publik.

Sementara untuk persoalan yang dikaitkan dengan Tepe, muncul kalimat mengenai “star syndrome”.

Reza juga menuliskan istilah “bo huat” di bagian akhir unggahannya. Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang sudah sulit ditoleransi atau tidak bisa dimaklumi.

Komentar tersebut semakin menjadi perhatian karena Reza juga menyinggung nama Raditya Dika dalam unggahannya. Ia bahkan menyampaikan permintaan maaf kepada sang komika melalui media sosial.

Warganet Kaitkan “Star Syndrome” dengan Tepe

Komentar Reza mengenai “star syndrome” kemudian ikut memperpanjang pembahasan mengenai sikap Tepe. Warganet menghubungkan pernyataan tersebut dengan kontroversi yang muncul setelah podcast Raditya Dika.

Meski demikian, konteks unggahan Reza perlu dilihat secara utuh. Ia tidak memberikan penjelasan panjang mengenai maksud istilah tersebut dalam unggahannya, sehingga kaitan kalimat itu dengan Tepe berkembang berdasarkan konteks polemik yang sedang berlangsung dan pemberitaan sejumlah media.

Di sisi lain, kritik terhadap Tepe sendiri masih berasal dari respons warganet terhadap tayangan podcast. Hingga artikel ini ditulis, Tepe menjadi sorotan terutama karena keterlambatan hadir serta sejumlah interaksinya dengan Raditya Dika dan chef dalam konten tersebut.

Polemik ini pun membuat perhatian publik tidak lagi hanya tertuju pada isi podcast. Respons Reza Arap ikut membuka pembahasan baru mengenai bagaimana seorang kreator bersikap ketika berada di ruang publik dan ketika candaan atau gaya komunikasi personal bertemu dengan audiens yang lebih luas.

(Annisa Julinah)



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA