TikToker Saturdeps klarifikasi usai serang usaha rumah makan Ivan Gunawan x King Abdi (Foto: Akun TikTok @Saturdeps)
TikToker Saturdeps klarifikasi usai serang usaha rumah makan Ivan Gunawan x King Abdi (Foto: Akun TikTok @Saturdeps)

Beri Ulasan Buruk ke Bisnis Kuliner Ivan Gunawan, TikToker Saturdeps Minta Maaf

Basuki Rachmat • 24 Februari 2026 23:03
Ringkasnya gini..
  • Review TikToker @Saturdeps soal Nasi Kulit Mak Igun viral, Ivan Gunawan dan King Abdi angkat bicara.
  • Salah pesanan cumi jadi ayam picu polemik, Saturdeps akui miskomunikasi dan minta maaf.
  • Kritik restoran berujung debat, Ivan Gunawan sindir konten instan, King Abdi bela karyawan.
Jakarta: Media sosial tengah diramaikan oleh konten ulasan seorang TikToker dengan nama akun @Saturdeps yang menyoroti bisnis rumah makan Nasi Kulit Mak Igun milik Ivan Gunawan dan konten kreator kuliner King Abdi.
 
Dalam video yang viral di TikTok, Saturdeps memperlihatkan suasana restoran yang disebutnya tampak sepi pengunjung. Ia juga menyampaikan kritik terkait pelayanan yang dinilai kurang maksimal. 
 
Konten tersebut memicu perdebatan di kalangan warganet karena dianggap menjatuhkan usaha, alih-alih menyampaikan komplain secara langsung kepada pihak rumah makan.
Permasalahan ini bermula dari pengalaman Saturdeps saat memesan menu cumi oseng kecombrang. Namun, hidangan yang diterimanya disebut berbeda, yakni ayam oseng kecombrang. Ulasan tersebut dengan cepat menyebar luas dan menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial.

Klarifikasi Saturdeps 

Sadar namanya jadi sorotan publik Tanah Air, Saturdeps akhirnya memberikan klarifikasi terbuka di akun TikTok pribadinya. 

Ia pun menegaskan bahwa pengalaman yang diceritakan dalam kontennya benar-benar terjadi dan bukan sekadar gimmick untuk menarik perhatian.
 
"Saat itu saya berniat memesan cumi oseng kecombrang, namun yang tersaji adalah ayam kecombrang. Saya tidak melakukan konfirmasi atau komplain dan tetap melanjutkan makan serta review," kata Saturdeps, dikutip pada Selasa, 24 Februari 2026.
 
Ia juga mengakui adanya kemungkinan miskomunikasi dalam pemesanan tersebut.
 
"Setelah saya periksa kembali, pada nota memang tertulis ayam kecombrang. kemungkinan terjadi miskomunikasi, dan saya menyadari bahwa saya juga tidak melakukan pengecekan ulang saat itu," lanjutnya.
Sebagai penutup, Saturdeps pun menyampaikan permohonan maaf atas kesalahpahaman dan kegaduhan yang terjadi.
 
“Semoga ke depannya segala hal dapat menjadi lebih baik. Terima kasih atas perhatian dan pengertiannya,” tutup Saturdeps.

Respons Ivan Gunawan dan King Abdi

Sementara itu, Ivan Gunawan dan King Abdi turut memberikan tanggapan atas polemik yang menyeret bisnis mereka. Keduanya menilai cara penyampaian kritik melalui konten viral tersebut kurang bijak.
 
"Dia kan pengen terkenal secara instan, nah aku bantu agar lebih terkenal," kata Ivan Gunawan.
 
Sementara itu, King Abdi menyoroti dampak yang bisa ditimbulkan terhadap usaha dan para karyawan.
 
"Di zaman seperti ini, ekonomi lagi drop, jangan sampai menghancurkan usaha orang. Ingatlah di balik ini semua ada ribuan karyawan yang menggantungkan hidup," ungkap King Abdi.
 
Ia juga menyampaikan pernyataan tegas terkait keberlangsungan usaha mereka.
 
"Kalau mau mematikan jualan orang, tidak perlu kamu sibuk mencari cara yang lebih brutal, karena di sini saya sendiri yang akan siap menghentikan operator kamu!," tutupnya.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA