Wendy Walters (Foto: instagram @wendywalters)
Wendy Walters (Foto: instagram @wendywalters)

Wendy Walters Resign dari Kerja Kantoran demi Jadi Konten Kreator

Elang Riki Yanuar • 06 Februari 2026 08:00
Ringkasnya gini..
  • Wendy Walters tinggalkan kerja kantoran demi jadi kreator konten, keputusan berisiko yang justru memberi hasil lebih menguntungkan.
  • Karier Wendy Walters bermula dari bank hingga viral lewat cover dance, lalu berkembang ke konten olahraga dan petualangan.
  • Meski menikmati fleksibilitas, Wendy Walters mengakui tekanan sebagai publik figur untuk selalu terlihat bahagia.
Jakarta: Wendy Walters memilih keluar dari pekerjaan kantoran yang stabil untuk menjadi kreator konten, sebuah keputusan yang ternyata lebih menguntungkan baginya. Awalnya, sang ibu tidak setuju dengan pilihannya ini karena dianggap tidak memiliki jam kerja dan aturan berpakaian yang pasti.
 
Perjalanan karier perempuan berusia 29 tahun itu berawal dari kota Medan, kemudian ia merantau ke Jakarta. Peluang pertama datang dari dunia perbankan, berkat kakak perempuannya yang bekerja di sana. 
 
"Dulu aku kerja di bank karena Cici aku manajer. Akhirnya aku coba apply dan diterima jadi marketing," cerita Wendy dalam podcast Mind+ di kanal Nihongo Mantappu.
Setelah beberapa waktu, mantan istri Reza Arap ini merasa ada sesuatu yang kurang. Ia mulai membandingkan nilai yang didapat dari pekerjaan banknya dengan potensi di dunia digital. 

"Duitnya sih, mana yang lebih worth. Jadi aku merelakan karier aku," tuturnya. 
 
Masa-masa awal menjadi kreator konten tidak mulus. Wendy harus menyembunyikan aktivitas barunya dari sang ibu yang belum memberikan restu.
 
"Aku bahkan pernah pura-pura berangkat kerja jam 6 pagi sampai jam 5 sore, padahal ke studio buat kerja," akunya. Beruntung, sekarang ibunya sudah memahami dan menerima pilihan hidupnya.
 
Nama Wendy mulai dikenal banyak orang berkat video-video cover dance yang ia buat. Dari situ, ia memperluas kontennya ke bidang yang disukai, yaitu olahraga dan petualangan. Kini, followersnya sering melihat ia mendaki gunung, drifting, atau ikut marathon.
Wendy mengakui, menjadi publik figur memiliki dua sisi. Di satu sisi, ia senang bisa dikenal dan memiliki jadwal kerja yang fleksibel. Namun di sisi lain, ada tekanan untuk selalu tampil bahagia. 
 
"Awalnya happy dikenal orang, tapi ada sisi juga capek memaksakan happy," ungkapnya.
 
(Maulia Chasanah)
 

 

 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA