Perjalanan karier perempuan berusia 29 tahun itu berawal dari kota Medan, kemudian ia merantau ke Jakarta. Peluang pertama datang dari dunia perbankan, berkat kakak perempuannya yang bekerja di sana.
"Dulu aku kerja di bank karena Cici aku manajer. Akhirnya aku coba apply dan diterima jadi marketing," cerita Wendy dalam podcast Mind+ di kanal Nihongo Mantappu.
Baca Juga :
Wendy Walters Antar Jenazah Lula Lahfah ke Peristirahatan Terakhir, Unggah Pesan Menyentuh
Setelah beberapa waktu, mantan istri Reza Arap ini merasa ada sesuatu yang kurang. Ia mulai membandingkan nilai yang didapat dari pekerjaan banknya dengan potensi di dunia digital.
"Duitnya sih, mana yang lebih worth. Jadi aku merelakan karier aku," tuturnya.
Masa-masa awal menjadi kreator konten tidak mulus. Wendy harus menyembunyikan aktivitas barunya dari sang ibu yang belum memberikan restu.
"Aku bahkan pernah pura-pura berangkat kerja jam 6 pagi sampai jam 5 sore, padahal ke studio buat kerja," akunya. Beruntung, sekarang ibunya sudah memahami dan menerima pilihan hidupnya.
Nama Wendy mulai dikenal banyak orang berkat video-video cover dance yang ia buat. Dari situ, ia memperluas kontennya ke bidang yang disukai, yaitu olahraga dan petualangan. Kini, followersnya sering melihat ia mendaki gunung, drifting, atau ikut marathon.
Wendy mengakui, menjadi publik figur memiliki dua sisi. Di satu sisi, ia senang bisa dikenal dan memiliki jadwal kerja yang fleksibel. Namun di sisi lain, ada tekanan untuk selalu tampil bahagia.
"Awalnya happy dikenal orang, tapi ada sisi juga capek memaksakan happy," ungkapnya.
(Maulia Chasanah)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News