Jakarta: Sidang pelecehan anak yang menjerat Michael Jackson dijadwalkan berlangsung pada tahun 2028. Hal ini menyusul tuduhan James Safechuck dan Wade Robson, terduga korban, yang melaporkan bahwa mereka mengalami pelecehan seksual oleh sang Raja Pop.
Kedua pria tersebut menggugat perusahaan Michael Jackson, MJJ Productions dan MJJ Ventures, atas tuduhan kelalaian, pelanggaran kewajiban, serta tindakan yang secara sengaja menimbulkan penderitaan emosional dalam gugatan terpisah pada tahun 2013 dan 2014.
Sempat Ingin Disidangkan Sebelum Biografi Michael Rilis
Awalnya, mereka dan tim kuasa hukum ingin agar kasus ini disidangkan sebelum film biografi Michael dirilis pada awal tahun ini. Namun, kasus tersebut mengalami serangkaian penundaan dan sempat dijadwalkan pada bulan Oktober 2027.
Para pengacara dari kedua belah pihak sepakat untuk menunda tenggat waktu yang seharusnya membuat kasus ini segera dibawa ke persidangan.
Pada Jumat (12/6) waktu setempat, seorang hakim di California menyetujui penetapan tanggal sidang baru dalam kasus pelecehan seksual yang diajukan oleh kedua pria tersebut, menurut laporan Rolling Stone.
Hakim Michael E. Whitaker menetapkan tanggal persidangan baru pada 14 Februari 2028. Ia juga memerintahkan semua pihak untuk menghadiri sidang awal pada bulan September nanti agar kasus ini tetap berjalan sesuai rencana.
Tuduhan Safechuck dan Robson
Safechuck dan Robson tampil dalam dokumenter berjudul Leaving Neverland (2019) yang disutradarai oleh Dan Reed. Film itu dibagi menjadi dua bagian dan menceritakan secara rinci dugaan pelecehan yang mereka alami oleh Jackson.
Keduanya menuduh bahwa mereka didekati oleh pelantun “Smooth Criminal” itu dan dilecehkan di peternakan Neverland miliknya di Santa Barbara, California, saat berusia antara 7 dan 10 tahun.
Mereka juga menuduh karyawan perusahaan-perusahaannya, MJJ Productions dan MJJ Ventures, telah membantu memfasilitasi dan menyembunyikan dugaan pelecehan tersebut.
Para pelapor berhasil mendapatkan hak untuk menggabungkan gugatan mereka pada tahun 2024 setelah gugatan sebelumnya ditolak melalui banding. Pengadilan menilai bahwa perusahaan memiliki kewajiban tersendiri untuk melindungi korban.
Film Michael Harusnya Angkat Tuduhan Pelecehan Seksual
Michael mengisahkan kehidupan sang penyanyi sejak masa kecil hingga puncak popularitasnya pada akhir tahun 1980-an. Biopik ini tak menyinggung tuduhan pelecehan yang terus-menerus dilayangkan kepadanya.
Banyak kritikus film menyoroti cerita Michael yang berakhir pada tahun 1988, sementara Jackson baru menghadapi tuduhan pertamanya pada tahun 1993. Ketegangan naratif di film ini pun dialihkan pada hubungannya dengan sang ayah, Joe (Colman Domingo).
Michael awalnya direncanakan untuk menampilkan tuduhan-tuduhan tersebut sebagai bagian dari alur cerita, tetapi sebuah klausul dalam kesepakatan hukum membuat pihak produksi menghabiskan US$15 juta (Rp266 miliar) untuk pengambilan gambar ulang.
Safechuck menyampaikan dukungannya untuk para korban pelecehan seksual anak di tengah perilisan film Michael. Di sisi lain, sutradara film dokumenter Leaving Neverland, Dan Reed, mempertanyakan mengapa film tersebut gagal membahas tuduhan pelecehan tersebut.
Meskipun pendekatan film ini terhadap tuduhan-tuduhan tersebut cukup kontroversial, Michael berhasil meraih kesuksesan di box office dan memecahkan rekor dalam genre film biografi musik dengan pendapatan pembukaan global sebesar US$217 juta (hampir Rp4 triliun), melampaui rekor yang dicetak oleh Bohemian Rhapsody pada tahun 2019.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan