Jakarta: Musisi sekaligus rapper asal Amerika Serikat, Machine Gun Kelly (MGK), mengungkap pengalaman tak menyenangkan yang dialaminya saat menjalani proses pembuatan blackout tattoo yang kini menghiasi sebagian besar tubuhnya.
Pelantun hit rap "Bad Things" itu mengaku sempat jatuh sakit hingga mengalami perubahan warna kulit menjadi kekuningan akibat proses tato yang berlangsung intens selama berbulan-bulan.
Pengakuan tersebut disampaikan MGK dalam wawancara terbarunya bersama Billboard Canada. Musisi bernama asli Colson Baker itu bercerita bahwa keputusan membuat blackout tattoo berawal dari rasa bosan terhadap koleksi tato yang telah menghiasi tubuhnya selama bertahun-tahun.
Oleh karena itu, mantan kekasih aktris Megan Fox ini akhirnya menghubungi tato artis kenamaan di Los Angeles, Amerika Serikat untuk membuat desain blackout tattoo bergaya "dark mode" yang menutupi sebagian besar area lengan hingga tubuhnya.
Namun, sejak awal ROXX telah memperingatkan bahwa proyek tersebut akan menjadi salah satu proses tato paling menantang yang pernah dijalani MGK. Selain membutuhkan waktu sekitar dua bulan, tingkat rasa sakit yang harus ditanggung juga disebut sangat ekstrem.
"Dia sudah bilang kalau proses ini hampir mustahil, bahkan dari sisi ketahanan terhadap rasa sakit," ujar MGK, dikutip dari Music News pada Rabu, 10 Juni 20256.
"Tapi saat itu aku bilang, 'Ya sudah, kita punya waktu dua bulan'" lanjutnya.
Demi menyelesaikan proyek tersebut, MGK diketahui hampir setiap hari mendatangi studio milik ROXX di Los Angeles. Intensitas pengerjaan yang tinggi itu ternyata memberikan dampak besar terhadap kondisi fisiknya.
Menurut MGK, situasi mulai memburuk ketika proses tato memasuki area sekitar kelenjar getah bening di dekat ketiak dan bahu tubuhnya.
"Setelah minggu pertama, kami mulai mengerjakan area di sekitar kelenjar getah bening dekat ketiak dan bahu. Saat itu aku benar-benar jatuh sakit. Kulitku berubah menjadi kuning, aku hampir tidak bisa tidur, bahkan beberapa bagian tubuh atasku jadi sulit digerakkan," ungkap MGK.
Meski harus menghadapi rasa sakit yang luar biasa hingga mengalami gangguan kesehatan selama proses pengerjaan, MGK mengaku tidak menyesali keputusannya untuk menyelesaikan blackout tattoo tersebut.
Sebaliknya, pengalaman itu justru memberinya perspektif baru dan menjadi tantangan pribadi yang berhasil ia taklukkan.
"Aku keluar dari proses itu dengan perasaan yang sangat terinspirasi. Bukan hanya karena hasil tato yang berhasil dibuat, tetapi juga karena apa yang harus aku lalui dan taklukkan selama prosesnya," tutup MGK.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan