Aktor berusia 42 tahun tersebut mengungkapkan bahwa kondisi sang ayah membuatnya semakin menyadari betapa rapuh dan singkatnya waktu.
Hal ini sendiri diungkapkan oleh Chris Hemsworth dalam wawancara terbarunya bersama The Guardian, yang dikutip People pada Selasa, 3 Februari 2026.
"Keinginan saya untuk terus berlari maju kini benar-benar tertahan," ujar Chris Hemsworth yang dikutip dari People, pada Selasa, 3 Februari 2026.
"Diagnosis ayah membuat saya lebih sadar betapa rapuhnya segalanya. Saya mulai berpikir, 'Ayah tidak akan ada di sini selamanya,'" lanjutnya.
Hemsworth juga mengaku semakin merasakan cepatnya waktu berlalu, terutama ketika menyadari ketiga anaknya kini mulai beranjak remaja. Ia mengenang masa-masa ketika anak-anaknya masih berebut tidur bersamanya dan sang istri, Elsa Pataky, sebuah fase yang kini dianggapnya perlahan mulai berlalu.
Pengalaman tersebut membuat Hemsworth mulai kembali mengartikan ulang kesuksesan dalam hidupnya. Ia pun mengakui bahwa di masa lalu, tolak ukur keberhasilan sering kali ia sandarkan pada pencapaian kariernya sebagai aktor. Mulai dari membintangi waralaba film terbesar hingga peluang meraih penghargaan di ajang bergengsi di industri film seperti BAFTA, Oscar, dan Golden Globe.
"Sangat tidak masuk akal. Harga diri saya tidak lagi bertumpu pada hal-hal luar itu, meski saya masih harus sering mengingatkan diri sendiri," ujar Chris Hemsworth.
Kini, pemeran Thor itu mengaku lebih selektif dalam memilih proyek akting. Ia lebih memprioritaskan waktu bersama orang-orang terdekat, atau terlibat dalam karya yang benar-benar bermakna, termasuk bekerja dengan sosok yang ia hormati dan kagumi.
Belum lama ini, Chris Hemsworth juga merilis sebuah dokumenter emosional berjudul Chris Hemsworth: A Roadtrip to Remember yang tayang di National Geographic pada November 2025.
Dokumenter tersebut merekam perjalanan pribadinya bersama sang ayah dalam menjalani terapi untuk memperlambat perkembangan Alzheimer.
Hemsworth pun menyebut bahwa proyek dokumenter ini sebagai salah satu karya paling penting dalam kariernya, meski sempat diliputi kekhawatiran bahwa sisi emosional tersebut dapat memengaruhi citranya sebagai aktor superhero.
"Dokumenter itu adalah surat cinta untuk ayah saya. Banyak orang berpura-pura bahwa (Alzheimer) tidak pernah terjadi karena mereka merasa tidak nyaman. Jadi, Anda menderita dalam diam," tutup Chris Hemsworth.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News