Ari Lasso mendesak Dearly Djoshua untuk menghapus foto-foto liburan di Bali dari akun Instagram pribadinya. Melalui kolom komentar, Ari Lasso secara tegas meminta dokumentasi tersebut segera diturunkan.
“FOTO-FOTO BALI TOLONG DIHAPUS... SAYA YANG BAYAR KOK ANDA YANG PAKAI!!!” tulis Ari Lasso.
Baca Juga :
Dearly Djoshua ke Ari Lasso: Salah Saya Apa?
Tak berhenti di situ, mantan vokalis Dewa 19 ini juga menyinggung perihal hak cipta atas foto-foto yang diunggah Dearly. Ari Lasso mengklaim dirinya sebagai pemilik sah hak cipta karya tersebut dan kembali memberikan peringatan keras.
“SEMUA FOTO BALI KAWINAN LUNA SAYA MINTA ANDA HAPUS... KARYA FOTOGRAFI DILINDUNGI UNDANG-UNDANG.... dan PEMILIK HAK ATAS FOTO-FOTO INI ADALAH SAYA... ! SAYA MINTA HAPUS FOTO-FOTO ini,” tulis Ari Lasso.
Merespons komentar tersebut, Dearly Djoshua memberikan pembelaan. Ia menyatakan bahwa foto yang dimaksud diambil menggunakan kamera ponsel pribadinya, bahkan ia menyebutkan sosok yang memotret momen tersebut.
"Maaf ya ini foto pakai HP saya di fotokan oleh Rianti Sukma Kamandalu," tulis Dearly Djoshua.
Setelah sempat memicu kegaduhan, komentar-komentar Ari Lasso di unggahan Dearly terpantau telah dihapus. Kini hanya tersisa satu komentar yang menjelaskan alasan Ari Lasso menarik kembali ucapan-ucapannya di media sosial.
“Ya sudah, kata Bambang Gentolet, yang waras itu mengalah. Aku hapus saja, sudah malu dengan akun ini,” tulis Ari Lasso.
Baca Juga :
Pesan Haru Ari Lasso ke Dearly Djoshua: Kamu Berhak Mendapatkan Lebih Baik dari Penyanyi Daerah
Sebelumnya, Dearly Djoshua menyatakan bersedia menuruti permintaan tersebut, namun dengan syarat tertentu. “Baik, saya akan hapus tetapi jangan diputar lagi dengan bilang saya cewek tua, bego, goblok, norak, suka bolak-balik hapus dan timbulin foto ya,” ungkapnya.
Dearly juga menegaskan bahwa ia masih menyimpan seluruh bukti percakapan terkait luapan emosi Ari Lasso sebagai langkah antisipasi.
“Ada loh chat-nya di WA kalau kamu lagi marah-marah, suruh hapus foto nanti kalau sudah baikan. Kamu suruh munculin lagi, semua ada buktinya. Konten-konten aku buat itu kamu yang menyuruh, alasannya apa dan untuk apa juga semua ada. Lengkap,” jelasnya.
Ia bahkan mengungkapkan bahwa dirinya tetap menuruti permintaan pembuatan konten meski harus bekerja hingga larut malam.
“Bahkan, konten terakhir kamu suruh saya buat sampai pukul 02.00 dini hari, saya baru selesai ngedit pun saya ikuti. Kayaknya semua apa yang kamu mau selalu diturutin. Kalau enggak ya kayak gini menyerang dengan memancing kemarahan orang,” paparnya.
Menurut Dearly, keputusan untuk bersuara di media sosial diambil karena kesabarannya telah mencapai batas maksimal.
“Padahal, selama ini saya sudah diam, walau saya dipermalukan, dikata-katain di IG kamu. Sampai teman kamu pun menulis sindiran mengenai saya, saya enggak apa-apa. Saya percaya Tuhan tidak tidur. Sekarang saya terpaksa untuk menulis ini untuk memberitahukan semuanya,” tutup Dearly.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News