Sandra Taylor mengaku tidak mendapatkan keuntungan apa pun dari pengakuannya tersebut; ia justru merasa dirugikan.
"Saya benar-benar menyesal pernah menceritakannya," ungkap Sandra Taylor, dikutip dari Daily Mail, pada Kamis, 5 Maret 2026.
"Tidak ada manfaatnya sama sekali, justru hanya dampak negatif yang saya terima,” lanjutnya.
Awal Mula Kedekatan
Sandra Taylor diketahui pernah berkencan dengan Donald Trump pada tahun 1991. Ia dihubungi langsung oleh pria yang usianya 20 tahun lebih tua itu setelah Trump melihat fotonya di sampul majalah New York.Hubungan asmara mereka kembali menjadi sorotan setelah Taylor memberikan pujian kepada mantan kekasihnya itu. Taylor menyebut Trump sebagai sosok yang hebat dan sempat meyakini bahwa ia akan menjadi presiden yang luar biasa.
Ia menjelaskan bahwa pernyataan tersebut bermaksud sebagai komentar nonpolitik. Namun, hal itu justru memicu serangan dari para penentang Donald Trump.
"Saya hanya mencoba mengatakan bahwa dia (Donald Trump) adalah orang baik yang hadir saat saya sangat membutuhkannya setelah kematian ayah saya," katanya.
Sandra Taylor juga menekankan bahwa dirinya seharusnya tidak lagi dihakimi, mengingat hubungan mereka terjadi 35 tahun lalu saat ia masih berusia 19 tahun.
Kenangan Kencan dan Perubahan Nama
Sandra Taylor dan Donald Trump diketahui berkencan sebanyak tiga kali, tak lama setelah Trump bercerai dari istri pertamanya, Ivana. Salah satu momen yang ia ingat adalah saat mereka berjalan santai di Central Park South dan berpapasan dengan seorang tunawisma.Saat itu, bisnis Trump sedang mengalami kesulitan. Ia sempat berseloroh bahwa tunawisma tersebut "memiliki kekayaan 50 juta dolar lebih banyak" daripada dirinya.
Selain itu, Trump pula yang meyakinkan Taylor untuk mengganti namanya dari Sandi Korn. Namun, hubungan tersebut berakhir setelah terendus oleh publik—sebuah perpisahan yang sempat membuatnya sedih.
"Sejak saat itu, saya dikenal sebagai Sandra Taylor," tuturnya.
Memilih Bungkam Akibat Tekanan Publik
Sandra Taylor menyayangkan cara publik menyudutkannya akibat hubungan masa lalu tersebut. Hal ini membuatnya merasa lebih baik untuk tidak banyak bicara lagi."Orang-orang akan selalu menghakimi dan membenci. Saya rasa itu risiko yang harus dihadapi. Itulah alasan mengapa selama ini saya lebih memilih bungkam,” ujar Sandra Taylor.
Hingga kini, Taylor masih merasa terganggu dengan banyaknya serangan hanya karena ia mengungkapkan kebaikan Trump di masa lalu.
Menurutnya, terlepas dari pandangan politik orang lain, secara personal Trump adalah sosok yang sangat baik, edukatif, dan sering memberinya nasihat yang sangat ia syukuri.
Baca Juga :
Zendaya dan Tom Holland Dikabarkan Sudah Menikah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News