Febby Rastanty dan Drajad Djumantara saat umrah di bulan Ramadan 2026 (Foto: Instagram @febbyrastanty)
Febby Rastanty dan Drajad Djumantara saat umrah di bulan Ramadan 2026 (Foto: Instagram @febbyrastanty)

Febby Rastanty Bersyukur Pulang Selamat Usai Umrah di Tengah Konflik Iran-Amerika

Basuki Rachmat • 03 Maret 2026 14:44
Ringkasnya gini..
  • Febby Rastanty dan suami selamat tiba di Jakarta usai umrah, di tengah konflik Iran–Israel–AS
  • Di tengah serangan ke Palm Jumeirah, Febby Rastanty bersyukur sudah pulang ke Indonesia.
  • Konflik usai operasi “Operation Lion’s Roar” memanas; Febby Rastanty lega mendarat sebelum situasi genting.
Jakarta: Aktris Febby Rastanty bersama sang suami, Drajad Djumantara, mengaku bersyukur telah tiba dengan selamat di Indonesia usai menjalani ibadah umrah. Kepulangan mereka terjadi di tengah memanasnya konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS) yang berdampak luas pada kawasan Timur Tengah (Timteng).
 
Melalui Instagram Story di akun pribadinya, Febby memastikan dirinya telah kembali ke Jakarta dalam kondisi aman. Unggahan tersebut sekaligus menjawab kekhawatiran para penggemar dan rekan-rekannya, menyusul penutupan sejumlah wilayah udara di kawasan tersebut yang sempat membuat ribuan jemaah umrah asal Indonesia tertahan di Arab Saudi.
 
"Guys alhamdulillah aku udah pulang dengan selamat. Bener-bener Allah lindungi.," tulis Febby Rastanty di Instagram, dikutip pada Selasa, 3 Maret 2026.

Mantan personel girl group Blink itu mengaku lega karena baru mengetahui kabar pemberitaan saling serang antarnegara tersebut setelah mendarat di Jakarta. Ia tak bisa membayangkan apabila dirinya masih berada di kawasan konflik saat situasi kian genting.
"Karena aku sampe jakarta, baru ada muncul berita tentang saling serang antar negara. Ya Allah gak kebayang kalau masih baru mau berangkat gimana. Karena liat berita cukup serem juga," ungkapnya.
 
Febby Rastanty Bersyukur Pulang Selamat Usai Umrah di Tengah Konflik Iran-Amerika
 
Febby juga menyoroti kabar mengenai sejumlah titik di kawasan Teluk yang terdampak serangan, termasuk wilayah ikonik Palm Jumeirah di Dubai yang sempat ia kunjungi beberapa pekan sebelumnya.
 
"Liat Palm Jumeirah Dubai ya Allah, 2 minggu lalu masih di sana," tutup Febby Rastanty.
 
Eskalasi konflik di Timur Tengah kian memanas pasca-operasi militer bernama "Operation Lion’s Roar" atau "Operation Epic Furry". Situasi pun kian mencekam setelah Iran membalas dengan meluncurkan rudal balistik dan drone tanpa awak ke wilayah Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Timteng.
 
Ketegangan ini sendiri memuncak menyusul kabar gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan udara di kantornya yang berlokasi di Teheran, pada Sabtu dini hari, 28 Februari 2026.
Laporan terbaru mengonfirmasi bahwa serangan balasan Iran telah memicu status waspada keamanan tertinggi di seluruh wilayah Timteng. Dampaknya tidak main-main, Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis bagi seperlima pasokan minyak dan gas global kini resmi ditutup. 
 
Terbaru Iran juga baru saja menyerang kilang minyak Ras Tanura milik Saudi Aramco di Arab Saudi yang merupakan salah satu kilang minyak terbesar di dunia, dengan drone tanpa awak.
 
Selain itu, ruang udara di berbagai negara mulai dari Iran, Israel, Irak, Yordania, hingga Uni Emirat Arab (UEA) mengalami lumpuh total akibat lalu-lalang misil dan drone tempur. Hal ini memicu gangguan operasional besar-besaran, termasuk bagi para jamaah umrah dan wisatawan Tanah Air yang tengah berada di kawasan tersebut.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA