Dua Lipa (Foto: Instagram @dualipa)
Dua Lipa (Foto: Instagram @dualipa)

Dua Lipa Resmikan Manifesto Library, Perpustakaan Berisi 100 Buku Terlarang

Basuki Rachmat • 01 Juli 2026 08:21
Ringkasnya gini..
  • Dua Lipa meresmikan Manifesto Library di Portugal yang menghadirkan sekitar 100 buku yang pernah dilarang atau disensor.
  • Manifesto Library menjadi kolaborasi Dua Lipa dan Livraria Lello untuk merayakan kebebasan membaca serta keberanian para penulis.
  • Perpustakaan baru Dua Lipa mengoleksi karya kontroversial bertema kekuasaan, identitas, dan kebebasan yang pernah dibatasi di berbagai negara.
Jakarta: Penyanyi sekaligus penulis lagu asal Inggris, Dua Lipa, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia literasi. Pelantun hit "One Kiss" itu baru saja meresmikan Manifesto Library, perpustakaan hasil kolaborasi antara Service95 Book Club, klub buku yang ia dirikan, dengan toko buku bersejarah Livraria Lello di Porto, Portugal.
 
Peresmian Manifesto Library berlangsung pada Sabtu, 27 Juni 2026. Perpustakaan tersebut menjadi bagian dari upaya Dua Lipa menghadirkan ruang yang dapat mempertemukan para penulis dan pembaca dari berbagai latar belakang.
 
Menurut Dua Lipa, Manifesto Library merupakan impian yang telah lama ingin diwujudkannya sejak mendirikan Service95 Book Club.

“Ketika saya mendirikan Klub Buku Service95, ambisi saya adalah agar klub ini menjadi rumah bagi penulis dan pembaca—di mana pun mereka berada dan apa pun keadaan mereka,” ujar Dua Lipa, dikutip dari Rolling Stones pada Selasa, 30 Juni 2026.
Senada dengan Dua Lipa, Head of Brand Livraria Lello, Francisca Pedro Pinto, mengatakan kehadiran Manifesto Library lahir dari keyakinan yang telah dipegang toko buku tersebut selama lebih dari 120 tahun, yakni bahwa buku merupakan simbol kebebasan.
 
“Karena yang dipertaruhkan bukan hanya masa depan membaca, tetapi juga kemampuan masyarakat untuk membayangkan, menafsirkan, dan membangun masa depannya sendiri,” tutur Francisca.

Manifesto Library Hadirkan Buku yang Pernah Dilarang 

Manifesto Library dibuka sebagai bagian dari festival literasi BABELL – City of Books dan akan menjadi koleksi permanen di Livraria Lello. Perpustakaan ini menghadirkan sekitar 100 buku yang pernah dilarang, disensor, atau dibatasi peredarannya di berbagai negara.
 
Sebagian besar koleksi tersebut mengangkat tema-tema sensitif, seperti ras, seksualitas, identitas, hingga kritik terhadap kekuasaan. Beberapa di antaranya bahkan sempat ditarik dari peredaran karena dianggap kontroversial. Dalam sejumlah kasus, para penulisnya juga menghadapi ancaman hingga kehilangan nyawa akibat karya yang mereka terbitkan.
 
Bagi Dua Lipa, Manifesto Library menjadi ruang untuk menghormati keberanian para penulis sekaligus menjaga agar karya-karya penting tersebut tetap dapat diakses publik.
"Perpustakaan ini adalah tempat suci bagi buku-buku yang telah hilang, bagi para penulis yang telah berani mengungkap struktur kekuasaan dan kendali, dan bagi para pembaca yang menolak untuk diberi tahu buku apa yang boleh mereka baca," ungkapnya.
 
Beberapa judul yang tersedia di Manifesto Library antara lain The Handmaid's Tale karya Margaret Atwood, Felon karya Reginald Dwayne Betts, serta sejumlah karya dari Salman Rushdie dan Olga Tokarczuk. Seluruh koleksi dikurasi berdasarkan empat tema utama, yakni power, control, voice, dan memory.
 

 

 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA