Foto: instagram @aureliemoeremans
Foto: instagram @aureliemoeremans

Akun Instagram Aurelie Moeremans Diretas Usai Rilis Buku Pengalaman Pilu

Elang Riki Yanuar • 11 Januari 2026 17:14
Jakarta: Aurelie Moeremans mengungkapkan akun Instagram khusus yang dibuat untuk mempromosikan memoarnya, Broken Strings, diretas dan akhirnya menghilang. Insiden ini terjadi bersamaan dengan maraknya perbincangan publik mengenai buku tersebut, yang mengungkap pengalamannya sebagai korban child grooming dan kekerasan seksual saat masih berusia 15 tahun.
 
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, aktris kelahiran Belgia itu menyatakan bahwa serangan digital ini bukanlah yang pertama kalinya ia hadapi sejak buku itu diluncurkan.
 
“Tahun 2025 ditutup dengan cukup absurd, akun aku berhasil dihack,” ungkapnya. 

Ia menyebut berbagai upaya pembobolan terus muncul, mulai dari pesan mencurigakan hingga tautan palsu yang dikirimkan secara berulang.
“Aku sempat bikin akun khusus untuk buku aku, jadi semenjak aku rilis buku aku yang broken strings itu setiap hari ada yang coba masuk ke akun aku, email palsu, link link ngaco,” paparnya.
 
Meski demikian, pemeran film Partikelir ini menegaskan dirinya tidak mudah gentar. Ia menyampaikan keyakinannya bahwa akun utama yang ia gunakan saat ini memiliki sistem keamanan yang lebih kuat. 
 
“Tapi jujur aja goodluck sih kalo mau hack akun aku yang ini,” ujarnya dalam unggahan tersebut.
 
Perempuan berusia 32 tahun itu kemudian memaparkan kronologi hilangnya akun Instagram khusus buku.
 
“Aku kan sempet bikin akun khusus untuk buku aku. Jadi kalo mau bahas soal buku bisa ada tempatnya sendiri. Nah, tiba-tiba akun aku di-suspend dan tiba-tiba ada notif login dari Bogor. Setelahnya akunnya di-delete lalu hilang dan postingan soal buku aku hilang semua,” ucapnya. 
 
Ia mengaku kesal karena seluruh unggahan terkait buku ikut menghilang. Kendati begitu, Aurelie memastikan distribusi karyanya tidak terhenti. 
 
“Sebel sih, cuma bukunya udah terlanjur banyak yang baca dan linknya masih ada di bio akun aku,” akunya.
 
Menutup pernyataannya, Aurelie menegaskan bahwa upaya penghapusan akun tidak akan menghapus kisah yang telah ia sampaikan ke ruang publik.
 
“Buat kamu yang suka ngehack, kamu bisa ngilangin akun buku aku, tapi ngga bisa ngilangin cerita aku,” pungkasnya.
Broken Strings hadir sebagai sarana pemulihan diri Aurelie sekaligus peringatan bagi khalayak. Dalam memoar itu, ia menyajikan narasi lengkap dari kacamata korban tanpa menutup-nutupi atau meromantisasi pengalaman pahitnya, yang sekilas pernah ia singgung di Facebook pada 2013 silam.
 
(Maulia Chasanah)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan