Willie Salim. Foto: instagram @willie27_
Willie Salim. Foto: instagram @willie27_

Willie Salim Klarifikasi Tudingan Konten Giveaway Settingan

Fatha Annisa • 25 Januari 2026 16:37
Jakarta: Willie Salim kembali jadi sorotan publik setelah seorang pria, yang mengaku pernah menjadi talent videonya, menyebut konten giveaway Willie sebenarnya settingan. Kreator konten tersebut memberikan klarifikasi.
 
Dalam video yang diunggah di saluran YouTube Denny Sumargo, seorang pria bernama Risky mengaku pernah dihubungi oleh asisten Willie dan ditawari terlibat dalam salah satu konten giveaway-nya.
 
“Menurut saya (kontennya) settingan, karena awalnya kita perjanjian dulu sama dia. (Perjanjian) saya sama pihak orang yang kerja di Willie,” ujar Risky, dikutip Minggu, 25 Januari 2026.
 
Risky mengungkapkan dirinya diminta berperan sebagai pengemudi ojek online yang sedang menunggu pesanan. Willie kemudian datang dan memintanya mencari pohon pisang, dengan imbalan senilai Rp2 juta.
 
Setelah memberikan pohon pisang yang diinginkan, Willie memberikan uang tunai tersebut. Namun, Risky mengklaim uang tersebut harus dikembalikan setelah proses syuting konten selesai.
 
 
Baca juga: Willie Salim Galang Donasi Rp4 Miliar dalam 3 Hari, Siap Bangun Rumah Sakit di Gaza!

 

Klarifikasi Willie Salim

Menanggapi isu tersebut, Willie Salim memberikan klarifikasi dalam unggahan Instagram Story. Ia menegaskan tidak pernah bermaksud untuk menipu, membohongi publik, maupun merugikan orang lain.
 
“Di dunia konten ada yang namanya storytelling, dramatization dan re-enactment. Itu adalah format hiburan untuk menyampaikan cerita, bukan niat untuk menipu atau merugikan siapapun,” tulis Willie.
 
“Aku tidak pernah berniat membohongi soal hadiah atau merugikan orang lain,” tambahnya.
 
Ia menjelaskan bahwa konten yang ramai dibahas merupakan konten yang dibuat pada tahun 2023. Ia menyebut konten tersebut menjadi bagian dari proses pembelajarannya sebagai kreator.
 
“Aku terbuka terhadap kritik. Tapi ada satu batas yang menurutku tidak boleh dilewati: Ketika kritik berubah menjadi doxxing, penyebaran data pribadi, atau tindakan nyata mendatangi rumah seseorang hingga membuat orang merasa terancam dan tidak aman, itu bukan lagi kritik, itu sudah membahayakan orang lain,” ujarnya.
 
Ia menambahkan, fokusnya beberapa tahun terakhir ini adalah terus berkarya dan menghadirkan konten yang menghibur sekaligus memberi dampak positif.
 
“Aku memilih fokus berkarya dan melanjutkan hal-hal yang bermanfaat. Untuk hal-hal yang bersifat sensitif, aku mengikuti proses yang berlaku secara profesional” tutup Willie.
 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan